Enam Guru Besar Unram Dikukuhkan, Diminta Perkuat Peran untuk Masyarakat

Jay • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 17:24 WIB
GURU BESAR: Rektor Prof. Dr. Sukardi, M.Pd (lima dari kanan) foto bersama enam guru besar yang dikukuhkan dalam Sidang Senat di Ruang Sidang Senat, Rektorat Unram, Kamis lalu (10/9).
GURU BESAR: Rektor Prof. Dr. Sukardi, M.Pd (lima dari kanan) foto bersama enam guru besar yang dikukuhkan dalam Sidang Senat di Ruang Sidang Senat, Rektorat Unram, Kamis lalu (10/9).

 

LombokPost-Universitas Mataram (Unram) kembali menambah kekuatan akademiknya. Enam Guru Besar Tetap dikukuhkan dalam Sidang Senat di Ruang Sidang Senat, Rektorat Unram, Kamis (10/9). Pengukuhan enam Guru Besar Unram itu sekaligus diharapkan memperkuat kontribusi akademisi bagi masyarakat.

Enam Guru Besar Unram yang dikukuhkan berasal dari sejumlah fakultas dan bidang keilmuan. Mereka memiliki kepakaran mulai konservasi tanah dan reklamasi, ekonomi pertanian, ekonomi Islam, teknik komputer, administrasi negara, hingga sains veteriner.

Enam Guru Besar itu yakni Prof. Dr. Ir. I Gst. Made Kusnarta, M.APP.Sc. dari Fakultas Pertanian bidang Konservasi Tanah dan Reklamasi. Kemudian, Prof. Dr. Ir. Muhamad Siddik, M.S. dari Fakultas Pertanian bidang Ekonomi Pertanian dan Prof. Dr. Muaidy Yasin, M.S. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis bidang Ekonomi Islam.

Baca Juga: Desa Adat Sade Dibangun Lagi, Unram Siapkan Masterplan Pemulihan Pascakebakaran

Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Misbahuddin, S.T., M.T., IPU dari Fakultas Teknik bidang Teknik Elektro, ranting ilmu Teknik Komputer. Prof. Dr. H. Kaharudin, S.H., M.H. dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bidang Administrasi Negara serta Prof. drh. Made Sriasih, M.Agr.Sc., Ph.D. dari Fakultas Peternakan bidang Sains Veteriner.

Rektor Unram Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. mengatakan, pengukuhan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik. Status itu justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Guru Besar bukanlah garis akhir dari perjalanan akademik. Justru sebaliknya, ini adalah awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar,” ujar Prof Sukardi.

Baca Juga: FKIP UMMAT Satukan Seluruh Ormawa, Siapkan Kader Pemimpin Berdampak

Menurutnya, Guru Besar Unram memiliki peran penting dalam membangun ekosistem akademik yang kuat. Salah satunya dengan menjadi mentor bagi dosen dan akademisi muda. Ilmu dan pengalaman yang dimiliki Guru Besar diharapkan tidak berhenti pada pencapaian individu. Pengetahuan itu perlu ditularkan melalui penelitian, publikasi, jejaring, hingga kolaborasi.

Prof Sukardi menilai, keberhasilan seorang Guru Besar tidak hanya diukur dari capaian pribadi. Lebih penting lagi, bagaimana kehadirannya mampu membuat institusi dan generasi akademisi berikutnya semakin kuat.

“Seorang Guru Besar yang hebat bukan yang membuat dirinya semakin sulit digantikan, tetapi yang membuat institusinya semakin kuat meskipun suatu hari dirinya tidak lagi berada di sana,” kata Prof Sukardi.

Baca Juga: SMKN 1 Jonggat Buka Jurusan Teknik Kimia Industri, Siswa Didorong Jadi Wirausaha

Selain memperkuat lingkungan kampus, Guru Besar Unram juga didorong aktif hadir di tengah masyarakat. Akademisi diharapkan mampu memberikan penjelasan berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di ruang publik.

Peran itu dinilai penting di tengah kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Guru Besar tidak hanya dituntut produktif dalam penelitian, tetapi juga mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan agar mudah dipahami masyarakat.

Penguatan peran akademisi itu juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Baca Juga: PGRI Mataram Galang Donasi Gempa NTT Rp 202,91 Juta

Melalui pengukuhan enam Guru Besar, Unram berharap kapasitas akademik perguruan tinggi semakin kuat. Kepakaran yang dimiliki para Guru Besar dapat menjadi modal untuk mengembangkan penelitian sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.

Pengukuhan enam Guru Besar Unram juga menjadi momentum untuk memperkuat regenerasi akademisi. Para Guru Besar diharapkan mampu membimbing dosen muda sekaligus membuka lebih banyak ruang kolaborasi di lingkungan kampus.

“Pengukuhan enam Guru Besar Unram diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni akademik. Para Guru Besar dituntut memberikan kontribusi melalui penelitian, pendidikan, pembinaan akademisi muda, serta gagasan yang dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Enam Guru Besar Unram Guru Besar Universitas Mataram Unram kukuhkan enam Guru Besar Universitas Mataram Guru Besar Unram