Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Desa Adat Sade Dibangun Lagi, Unram Siapkan Masterplan Pemulihan Pascakebakaran

J
Penulis: Jay❯
UNTUK SADE: Unram bersama Pemprov NTB dan UGM, serta masyarakat berkoordinasi menyiapkan masterplan pemulihan Desa Adat Sade dengan tetap mempertahankan identitas, kehidupan sosial-budaya, serta perekonomian masyarakat.
UNTUK SADE: Unram bersama Pemprov NTB dan UGM, serta masyarakat berkoordinasi menyiapkan masterplan pemulihan Desa Adat Sade dengan tetap mempertahankan identitas, kehidupan sosial-budaya, serta perekonomian masyarakat.

Advertisement

 

LombokPost- Pemulihan Desa Adat Sade pascakebakaran tidak hanya akan difokuskan pada pembangunan kembali bangunan yang terdampak. Universitas Mataram (Unram) bersama Pemprov NTB dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan masterplan pemulihan Desa Adat Sade dengan tetap mempertahankan identitas, kehidupan sosial-budaya, serta perekonomian masyarakat.

Masterplan itu diberi nama Sade Integrated Recovery and Reconstruction Masterplan. Dokumen ini akan menjadi kerangka pemulihan dan rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade secara terpadu, berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Advertisement

Pemulihan Desa Adat Sade harus dilakukan secara terencana dan partisipatif. Rekonstruksi juga harus tetap berpijak pada karakter Sade sebagai permukiman tradisional yang memiliki nilai budaya sekaligus menjadi salah satu daya tarik pariwisata.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, rehabilitasi dan rekonstruksi Desa Adat Sade harus diarahkan menjadi contoh pembangunan kembali desa tradisional yang lebih baik. Sade tidak sekadar dikembalikan seperti sebelum kebakaran. Kawasan itu diharapkan menjadi desa adat yang lebih tangguh menghadapi berbagai risiko bencana di masa depan.

Advertisement

Masterplan pemulihan Desa Adat Sade akan mencakup sejumlah aspek penting. Di antaranya sosial dan budaya, ekonomi dan livelihood, spasial dan fisik, ketahanan bencana dan keselamatan kebakaran, serta infrastruktur dan utilitas. Seluruh aspek itu akan dirancang secara terintegrasi.

Sebagai langkah awal, tim Unram mulai melakukan pemetaan, survei, dan dokumentasi kawasan. Data itu akan menjadi dasar dalam penyusunan masterplan Desa Adat Sade. Pemetaan mencakup kepemilikan, luasan dan denah masing-masing bale, kondisi bangunan, serta elemen kawasan lainnya.

Tim juga mendata berbagai benda dan artefak yang masih tersisa pascakebakaran. Di antaranya kain dan pakaian tenun, tembikar, serta benda-benda lain yang masih bisa diselamatkan. Pendataan artefak itu berkaitan dengan rencana pembentukan museum temporer.

Ketua Tim Cepat Tanggap (TCT) Sade Unram Rini Srikus Saptaningtyas mengatakan, tim Unram mulai bergerak melakukan pemetaan, survei, dan dokumentasi sebagai bagian dari tahap awal penyusunan masterplan. Kegiatan itu melibatkan mahasiswa Unram dari bidang terkait dengan pendampingan dosen arsitektur dan planologi.

“Pemetaan dan pendataan menjadi langkah awal agar setiap keputusan dalam proses pemulihan memiliki dasar informasi yang jelas. Pada saat yang sama, karakter, nilai budaya, serta kebutuhan masyarakat Sade harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses perencanaan,” ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Unram Perkuat Literasi Warga Pesisir Lewat Character Building

Unram Perkuat Literasi Warga Pesisir Lewat Character Building

PG-PAUD FKIP Unram memperkuat literasi masyarakat pesisir Ampenan melalui pelatihan character building dan motivasi belajar.

Mahasiswa Unram Berangkat ke NTT, Lanjutkan Misi Kemanusiaan

Mahasiswa Unram Berangkat ke NTT, Lanjutkan Misi Kemanusiaan

12 mahasiswa Unram berangkat ke NTT sebagai relawan batch ketiga. Mereka melanjutkan misi kemanusiaan dan membantu pemulihan pascagempa.

Unram Kerahkan 61 Personel dan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Unram Kerahkan 61 Personel dan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Unram kerahkan 61 personel dan bantuan Rp110 juta untuk korban gempa NTT. Sebanyak 138 mahasiswa asal NTT juga mendapat pembebasan UKT.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer