LombokPost- Universitas Terbuka (UT) memperingati Dies Natalis ke-42 melalui kegiatan Tasyakuran Dies Natalis Universitas Terbuka ke-42 yang dipusatkan di UT Mataram, Senin (14/9). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen UT dalam menghadirkan inovasi pendidikan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Mengusung tema “Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri”, tasyakuran itu dihadiri Ustaz Abdul Somad, para pejabat di lingkungan Pemerintah NTB dan pemerintah kabupaten/kota, pimpinan perguruan tinggi, jajaran pimpinan UT Mataram, mitra perbankan dan industri, serta sivitas akademika UT yang hadir secara luring maupun daring dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka Prof Ali Muktiyanto menegaskan, kemajuan teknologi dan kecerdasan harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai akhlak dan spiritualitas. Menurutnya, inovasi yang tidak dibangun di atas landasan moral berpotensi kehilangan arah dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: PGRI Mataram Soroti Sentralisasi Guru, Pemerataan Jadi Kekhawatiran
“Inovasi tanpa landasan akhlak dan spiritualitas ibarat kapal tanpa kompas,” ujar Prof Ali.
Pesan itu relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini, ketika perguruan tinggi dituntut terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. UT sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh terus berupaya menghadirkan inovasi agar akses pendidikan tinggi semakin luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Prof Ali juga mengajak seluruh sivitas akademika membangun keseimbangan antara pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai itu, menurut rektor, dapat diteladani dari para cendekiawan Muslim masa lalu yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan peradaban dunia.
Baca Juga: Keamanan MBG di Mataram Diperketat, SPPG Wajib Cantumkan Batas Waktu Konsumsi
Ibnu Sina dalam bidang kedokteran dan Al-Khawarizmi dalam bidang matematika disebut sebagai contoh tokoh yang mampu menghasilkan karya berdampak luas tanpa melepaskan akar keimanan.
“Mendunia dengan inovasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan menghasilkan gagasan dan teknologi yang diakui dunia. Tetapi juga bagaimana inovasi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi negeri, masyarakat, dan kemanusiaan,” tutur Prof Ali.
Salah satu rangkaian utama tasyakuran Dies Natalis UT ke-42 adalah tausiah yang disampaikan Ustaz Abdul Somad (UAS). Kehadiran UAS memberikan pencerahan dan energi baru bagi sivitas akademika UT untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat nilai spiritual, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Baca Juga: Pelantikan Kepala Sekolah NTB Tinggal Tunggu Pertek BKN dan Gubernur
Selain itu, UAS memberikan motivasi kepada para siswa dan masyarakat untuk kuliah di UT. Kegiatan tasyakuran juga menjadi ruang refleksi bagi keluarga besar UT untuk mensyukuri perjalanan UT selama 42 tahun sekaligus menatap masa depan dengan semangat inovasi dan pengabdian.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post