LombokPost- Ruang kelas tidak selamanya harus berada di dalam sekolah. Sebanyak 99 siswa SMP IT Yasrsi Mataram justru memboyong kegiatan belajar mengajar (KBM) ke Balai Laboratorium Kesehatan Pengujian dan Kalibrasi (BLKPK) Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Selasa (15/9).
Kegiatan itu menjadi bagian dari program My City My Class (MCMC). Para siswa kelas VIII diajak mempelajari mikrobiologi air secara langsung sekaligus mendukung gerakan Sekolah Sehat.
Dalam praktik itu, siswa melakukan pengamatan terhadap sejumlah sampel air, di antaranya air sumur, air keran, serta air minum. Kegiatan mikrobiologi air itu kemudian dikaitkan dengan materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang sebelumnya telah dipelajari siswa di kelas.
Baca Juga: Kautsar Ratu Bilqis Bawa Budaya Rimpu, Raih 4 Penghargaan di GYC Kairo
Dengan metode itu, siswa bisa melihat secara langsung penerapan teori yang selama ini mereka pelajari. Setelah pengamatan di laboratorium selesai, mereka juga diwajibkan mengolah data hasil observasi dan mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bersama guru pendamping.
Waka Kurikulum sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan Nurlayli Handayani mengatakan, program My City My Class memang dirancang agar peserta didik dapat mempraktikkan teori di lokasi yang relevan dengan materi pembelajaran.
Menurutnya, laboratorium Dikes NTB menjadi tempat yang tepat bagi siswa untuk memahami mikrobiologi air sekaligus melihat keterkaitan ilmu pengetahuan dengan kesehatan masyarakat. Kehadiran rombongan siswa SMP IT Yarsi Mataram juga mendapat sambutan dari jajaran Dikes NTB dan pihak balai laboratorium. Kegiatan itu dinilai sejalan dengan program Sekolah Sehat yang dikembangkan Dikes NTB.
Baca Juga: SMPN 14 Mataram Prioritaskan Pembentukan Karakter Siswa
“Kedatangan kita ini senada dengan program Dikes NTB,” ujar Nurlayli.
Program My City My Class tidak hanya diperuntukkan bagi siswa kelas VIII. SMP IT Yasrsi Mataram menerapkannya pada seluruh jenjang dengan materi yang disesuaikan. Pada Agustus lalu, siswa kelas VII mengikuti pembelajaran di TVRI NTB. Mereka mengasah kemampuan public speaking serta penyiaran dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab.
Sementara itu, siswa kelas IX mendapat giliran pada bulan berikutnya. Mereka akan diarahkan untuk memperdalam kemampuan berbahasa melalui kunjungan ke Kantor Bahasa dan mengikuti Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI).
Baca Juga: Pelantikan Kepala Sekolah NTB Tinggal Tunggu Pertek BKN dan Gubernur
Nurlayli berharap praktik mikrobiologi air tidak berhenti pada kemampuan siswa menghafal teori. Lebih dari itu, siswa diharapkan memahami bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kaitannya dengan kesehatan masyarakat dan pentingnya mengetahui kualitas air yang digunakan.
Kepala SMP IT Yarsi Mataram Raihan menuturkan program My City My Class juga menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi Sekolah Sehat di lingkungan pendidikan. Melalui My City My Class, sekolah ingin menjadikan lingkungan sekitar sebagai ruang belajar yang lebih luas. Siswa dapat belajar langsung dari tempat, fasilitas, maupun lembaga yang memiliki keterkaitan dengan materi pelajaran.
“Pembelajaran kontekstual ini diharapkan terus memperkuat implementasi Sekolah Sehat dan menjadikan kota sebagai ruang belajar tanpa batas melalui program My City My Class,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post