
LombokPost- Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP di Kota Mataram tak lagi diarahkan sekadar menjadi wadah kegiatan siswa. Organisasi siswa itu didorong memiliki peran lebih besar sebagai pengawas kebijakan sekolah sekaligus penggerak pendidikan antikorupsi.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Mataram Burhanuddin mengatakan, OSIS SMP Mataram harus ditempatkan sebagai subjek aktif dalam tata kelola sekolah. Siswa perlu diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, termasuk dalam proses penyusunan program dan anggaran sekolah.
“Jadi OSIS harus punya hak bicara di sekolah itu, bukan hanya objek semata, tapi mereka juga berpartisipasi ketika sekolah menyusun anggaran dan lain sebagainya,” jelas Burhanuddin.
Menurutnya, penguatan peran OSIS menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa. Salah satu fokus yang akan ditekankan adalah penanaman nilai-nilai antikorupsi sejak di lingkungan sekolah.
Melalui pendidikan antikorupsi, siswa tidak hanya diajarkan mengenai kejujuran. Mereka juga dibentuk agar memiliki rasa tanggung jawab, kepedulian, serta keberanian menyampaikan laporan ketika menemukan sesuatu yang dinilai janggal di lingkungan sekolah.
“Kami ingin menjadikan OSIS punya kemampuan untuk mengontrol kebijakan-kebijakan sekolah,” ujar Burhanuddin.
Dia menilai, kemampuan siswa dalam mengawasi kebijakan sekolah perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana. OSIS SMP Mataram nantinya dapat menjadi contoh dalam menerapkan kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya soal antikorupsi, pengurus OSIS juga diarahkan menjadi agen edukasi bagi teman sebaya. Mereka diharapkan mampu menyampaikan informasi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
“OSIS akan mengedukasi teman-temannya, kalau ada hal-hal yang janggal mereka bisa menjadi pelapor. Atau isu-isu yang misalnya tadi temannya ada yang dibullying,” tuturnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




