LombokPost- Bahasa Arab menjadi jalan bagi Fakhri Anwar untuk menorehkan prestasi. Siswa kelas XII Sainkes 1 MAN 2 Mataram itu sukses meraih juara III Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat NTB.
Capaian itu sekaligus membawa nama MAN 2 Mataram dalam jajaran peraih prestasi pada ajang OBA NTB. Kompetisi itu digelar Forum MGMP Bahasa Arab Nasional.
Bagi Fakhri, prestasi itu bukan datang secara tiba-tiba. Ia aktif mengikuti kegiatan Manda Arabic Club, ekstrakurikuler yang menjadi ruang bagi siswa MAN 2 Mataram untuk mengasah kemampuan bahasa Arab.
Baca Juga: Undikma dan La Laguna University Rancang Riset Ketangguhan Masyarakat Hadapi Bencana
Lewat kegiatan itu, kemampuan Fakhri terus diasah. Tidak hanya memahami materi pembelajaran, tetapi juga berlatih menghadapi kompetisi dan menguji kemampuan bahasa Arab dalam suasana perlombaan.
Kepala MAN 2 Mataram Sumber Hadi mengapresiasi capaian yang diraih Fakhri. Menurutnya, prestasi dalam OBA ke-9 NTB menjadi buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Prestasi ini tentu membanggakan bagi madrasah. Kami mengapresiasi kerja keras Fakhri dan pembina yang terus mendampingi siswa,” kata Sumber.
Baca Juga: SMKN 1 Jonggat Gandeng Unesa, Perkuat Kompetensi Guru dan Pendidikan Vokasi
Juara III OBA yang diraih Fakhri menambah catatan prestasi siswa MAN 2 Mataram. Capaian itu sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi bagian penting dalam mendukung prestasi akademik.
Fakhri sendiri mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan bahasa Arab melalui kompetisi itu. Persaingan dalam OBA mempertemukannya dengan siswa lain yang memiliki kemampuan serupa dari berbagai daerah di NTB.
Bagi MAN 2 Mataram, capaian Fakhri menjadi dorongan untuk terus mengembangkan pembinaan siswa. Terutama melalui kegiatan yang mampu mengasah kemampuan akademik sekaligus memberikan pengalaman berkompetisi.
Baca Juga: 97 Peserta Pelatihan di SMKPPN Mataram Lulus Sertifikasi, Siap Jadi Plantation Worker di Malaysia
Manda Arabic Club menjadi salah satu wadah yang mendukung proses itu. Siswa tidak hanya belajar bahasa Arab di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan ruang untuk berlatih, berdiskusi, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Pembinaan ini melahirkan banyak siswa berprestasi. Tidak hanya pada bidang bahasa Arab, tetapi juga berbagai bidang lain sesuai minat dan kemampuan siswa.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post