MATARAM-Ferdian Elmansyah kabarnya tengah berupaya dipasangkan dengan kandidat calon bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri. Perjodohan ini pun tak lepas dari upaya memperpanjang dinasti di Lombok Tengah. Hal ini menyusul masa akhir sang ayah HM Suhaili FT tak bisa nyalon lagi.
Namun Ferdi sendiri saat dihubungi Lombok Post menepis kabar itu. “Isu yang berkembang saja itu, masih santai,” kata Ferdi sembari tertawa kecil.
Ferdi belakangan tengah naik daun. beberapa figur kabarnya kepincut meminang sang putra mahkota Yatofa. Namun dari sekian nama yang dikabarkan, nama Febri mengerucut mendampingi Pathul.
Ferdi sendiri tak menampik namanya belakangan jadi buah bibir di kalangan politisi. Nama besar sang ayah, strategi, hingga sukses memimpin dua periode seakan garansi menggandeng Ferdi, berarti jalan lebar menuju kemenangan.
Tapi Ferdi menepis, bila pihaknya sudah ada pembicaraan hingga deal politik dengan tim Pathul. Terkait kepastian ia mendampingi wakil bupati satu periode itu.
“Jadi calon saja belum tahu, apalagi mau berpasangan,” kelitnya.
Saat ini Ferdi memilih mengalir. Mengikuti perkembangan politik selanjutnya. Situasi politik yang masih cair dan dinamis di Lombok Tengah hingga waktu hingga masa pendaftaran yang masih panjang membuat para figur lebih memilih mengamati perkembangan politik. Daripada buru-buru segera membuat pasangan hingga deklarasi maju Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020.
“Gimana jalannya (ikuti saja),” ujarnya.
Sementara itu, Pengamat Politik Prof Zainal Asikin menilai ragu bila Pathul dan Ferdi berpasangan. Mengusung Ferdi dengan mengendorse nama besar ayahnya, dinilai belum cukup untuk menjamin kemenangan ada ditangan.
“Bodak (Yatofa) itu kan bukan hanya (tentang) Pak Suhaili,” ujar Asikin.
Bahkan sampai saat ini, Asikin melihat Bodak sebagai salah satu poros geopolitik dari sisi wilayah, Lombok Tengah belum memutuskan sikap politik dalam Pilbup 2020.
“Belum ada,” ujarnya.
Analisanya juga tentang figur muda-muda yang ditampilkan Pathul dan Ferdi juga belum tentu laku di wilayah Lombok Tengah yang lain. Mengingat, dimensi politik di sana sangat kompleks.
“Belajarlah dari Lobar, sebab Loteng tak jauh beda dengan Lobar,” sarannya. (zad/r2)
Editor : Administrator