Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ditolak Sejumlah DPD II, Ahyar Abduh: Biar Jadi Evaluasi DPP Golkar

Administrator • Jumat, 20 Maret 2020 | 00:03 WIB
Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh (Foto : Ivan/Lombok Post)
Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh (Foto : Ivan/Lombok Post)
H AHYAR ABDUH dirumorkan akan kocok ulang Bapaslon yang diusulkan DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota bila terpilih sebagai Ketua DPD Golkar NTB. Tak cuma itu mengganti Ketua DPRD NTB, bila terpilih. Lantas bagaimana Ahyar menanggapi semua tudingan yang mengarah ke dirinya? Berikut petikan wawancara Lombok Post dengan wali kota Mataram tersebut.

Dinamika politik pemilihan Ketua DPD Partai Golkar NTB terlihat tinggi

Ya namanya juga dinamika. Masih dinamis. Tapi saya yakin di Golkar sudah ada kultur untuk menjaga soliditas. Selalu menyelesaikan masalah secara musyawarah, secara kompromi.

Tapi dalam beberapa hari fokus saya tidak ke sana. Isu korona membuat perhatian saya fokus ke sana. Mulai dari penyemprotan disifektan sampai mendorong masyarakat agar memperhatiakan pola hidup bersih dan sehat.

Apa dinamika ini dapat membuat partai golkar NTB terbelah?

Tidak ada friksi yang akan membuat perpecahan. Apalagi Musda ini sebagia forum yang sangat penting dan strategis. Bagaimana Golkar NTB ke depan dadn evaluasnya dan sebagainya.

Pak Wali masih berkeinginan sebagai ketua?

Ya nama saya juga disebut-sebut. Sebagai kader tentu harus siap. Bila diamanatkan saya siap lahir batin. Mengembaliakn kejayaan Golkar di kabupaten/kota.

Tapi Pak Wali dirumorkan akan merombak besar-besaran bila terpilih sebagai ketua?

Kata kuncinya soliditas, rekosiliasi, dan akselelrasi. Ini bukan serta merta saya mau jadi ketua lalu ada isu semua akan dirombak. Semua ada proses. Kita ada peraturan, ada AD/ART. Dan saya bukan tipologi orang pemegang (kekuasaan) seperti itu. Tidak.

Anda disebut juga akan kocok ulang Mohan-Mujib hingga akan ganti Ketua DPRD NTB?

Coba lihat saya selama ini. Sebagai kader yang pernah sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram. Saya pernah di eksekutif juga di legislatif. Pernah jadi ketua DPRD Kota Mataram pernah jadi wakil wali kota (dan sekarang) wali kota (tidak pernah melalukan perombakan seperti yang dituduhkan).

Untuk kepentingan apa (saya melakukan itu)? Tidak serta merta untuk kepentingan (pribadi) orang-perorang, kelompk tertentu kita mau jungkir-balik. Kita akan membangun semangat kekeluargaan dan di Golkar itu kultur kita.

Artinya?

Saya sebagai kader kalau diberi amanah ya tentu sangat siap. Tetapi kalau tidak ya saya tetap jadi kader.

Apa keinginan Anda untuk Musda kali ini?

Kita ingin Musda ini berjalan lancar dan kondusif. Tidak ada pihak atau kader yang merasa tersakiti. Bagaimana menetup celah yang bisa membuat perpecahan. Saya ingin ini jadi tradisi. Kalau ada perbedaan ya mari kita musyawarahkan. Kompromikan.

Dengar-dengar DPP ada di belakang Anda?

Ya. DPP ingin aklamasi. Dan semua diharapkan bisa diselesaikan lewat musyawarah. Saya di situ (diminta DPP sebagai ketua). (Tapi) Ini belum selesai sepertinya (masih ada yang menolak). Ya biarlah itu jadi evaluasi DPP. Saya tidak tahu persis (apa kebijakan DPP nanti).

Kabarnya sudah ada DPD yang menjalin komunikasi?

Ya. Insya Allah. ini kan masih dinamis. Nantilah kita lihat. (zad/r2)

  Editor : Administrator
#Headline #Musda Golkar NTB #Ahyar Abduh