Sebelum dilamar Bahaqi, beberapa tokoh politik dan mantan birokrat telah mendekatinya. Ada yang menawari posisi satu adapula posisi dua. “Saya hanya mengatakan perlu mempertimbangkanya,” tuturnya.
Dia merasa belum mendapat chemistry dari tokoh-tokoh yang selama ini mendekati. Sampai akhirnya bertemu Baihaqi dan mulai bertukar pikiran cara membangun ibu kota. “Saya melihat semangatnya menata kota luar biasa, khas kemauan para milenial,” ulasnya.
https://www.youtube.com/watch?v=zRfKJBs6fmQ
Saat memutuskan bersama Aqi terungkap ke publik, banyak sahabat dan tokoh bertanya langsung. Rata-rata mengaku heran karena Ganefi bersedia di posisi dua.
Padahal dari sisi popularitas dan elektabilitas dia dianggap lebih tinggi karena pernah berkiprah sebagai anggota DPD RI. “Saya rasa ini untuk menjawab harapan warga kota yang menginginkan perubahan, trobosan, dan gagasan segar membangun ibu kota,” ulasnya.
Latar belakang Aqi di aristek sangat dibutuhkan guna membuat kebijakan pembangunan yang lebih segar dan inovatif. “Hadirnya saya (sebagai pendamping) yang lebih senior bisa mengarahkan, memberi masukan, ya namanya anak muda semangat membangun tinggi,” terangnya.
Ganefi sempat berencana rehat berpolitik dan lebih banyak berkontribusi di dunia sosial. Tetapi motivasi Aqi membuat dia berpikir ulang dan semangat bertarung lagi. “Anak muda sepertinya harus didukung,” pungkasnya. (zad/r2) Editor : Administrator