Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Soal Kepemimpinan Perempuan di Mataram ini Kata TGH Manan

Administrator • Kamis, 27 Agustus 2020 | 12:30 WIB
TGH Abdul Manan (Toni/Lombok Post)
TGH Abdul Manan (Toni/Lombok Post)
MATARAM-TGH Abdul Manan menanggapi isu kepemimpinan perempuan yang mulai menerpa pasangannya. “Yang kita pilih orang yang mau mengurus persoalan administratif (perkotaan), bukan (mencari) pemimpin yang tidak boleh (dalam Islam) itu,” katanya, kemarin (26/8).

Seperti diketahui Manan maju dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram 2020. Manan mendampingi Hj Putu Selly Andayani, istri dari Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat.

Tetapi ada yang menyayangkan Manan tidak tampil di posisi Bakal Calon Wali Kota (Bacawali). Tetapi malah memilih di posisi nomor dua dampingi Selly.

Menanggapi itu, Ketua MUI Kota Mataram itu menilai ada salah kaprah dalam memahami konsep kepemimpinan yang dilarang dalam agama. Padahal yang diurusi wali kota dan wakil wali kota menyangkut administrasi daerah.

Dalam tata kelola administrasi daerah, tidak mengenal gender. “Tetapi menyangkut kemampuan dan kemauan,” ulasnya.

Manan berpendapat Selly punya kemampuan dalam melakukan manajerial tata kelola perkotaan. “Itu terlihat saat beliau jadi (Plt) Wali Kota, sekalipun waktunya singkat tapi hasilnya nyata,” ulasnya.

Sebenarnya Kota Mataram menurutnya tidak kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu melakukan tata kelola perkotaan. Tetapi yang jadi persoalan berikutnya hanya sedikit orang yang punya kemampuan, punya kemauan untuk tampil. “Beliau (Selly, Red) tidak hanya punya kemauan tetapi punya kemampuan,” ujarnya.

Dalam tata kelola perkotaan, tidak mengenal laki-laki atau perempuan. Ini diumpamakan seperti tata kelola rumah tangga di mana leader urusan dapur atau tata kelola keuangan keluarga lebih banyak kaum wanita.

Manan optimis masyarakat Kota Mataram, tidak terpengaruh dengan isu kepemimpinan kota. Budaya literasi mayarakat kota lebih baik dibanding daerah lain. Sehingga isu ini diyakini tidak akan menurunkan kepercayaan masyarakat ke paket SALAM.

Masyarakat kota menurutnya jauh lebih tertarik dengan adu gagasan dan visi-misi. “Ini baru saja (kemarin, Red) bertemu warga, mereka menyampaikan harapan untuk tata kelola pengairan di wilayah selatan dan utara,” ulasnya.

Masyarakat lebih tertarik mencari pemimpin yang mampu memberikan solusi sosial dan lingkungan daripada mempertanyakan keputusan dia mau sebagai pendamping Selly. “Seperti misalnya bagaimana penanganan sampah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan lain-lain,” terangnya.

Seperti diketahui paket SALAM diusung PDIP dan PKS. Koalisi dua partai ini dinilai saling melengkapi untuk meraup dukungan publik sebanyak-banyaknya. “Kita tidak beririsan tetapi saling melengkapi, PKS dengan (pendukung) religiusnya dan kami nasionalis,” kata Ketua DPC PDIP Kota Mataram Made Slamet. (zad/r2) Editor : Administrator
#TGH Abdul Manan #Pilwali Mataram #Hj Putu Selly Andayani