Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pisah di Sumbawa, Bagaimana Nasib Koalisi PKS-PDIP di Mataram?

Administrator • Senin, 7 September 2020 | 16:16 WIB
ORASI POLITIK: Bakal Calon Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani saat berorasi politik sebelum mendaftar di KPU, Sabtu (5/9). Tampak bendera PKS sebagai salah satu partai pengusung dikibarkan di samping Selly. (IVAN/LOMBOK POST)
ORASI POLITIK: Bakal Calon Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani saat berorasi politik sebelum mendaftar di KPU, Sabtu (5/9). Tampak bendera PKS sebagai salah satu partai pengusung dikibarkan di samping Selly. (IVAN/LOMBOK POST)
MATARAM-Keputusan PDIP mengusung HM Husni Djibril-H Muhammad Iksan di Sumbawa masih menjadi perbincangan hangat. Muncul prediksi PKS bakal mematikan mesin politik di Kota Mataram sebagai reaksi sikap PDIP tak mengusung H Mahmud Abdullah-Dewi Noviany.

Seperti rumor selama ini, Mataram merupakan barter politik Sumbawa. Di Mataram, PKS dan PDIP mengusung istri politisi PDIP H Rachmat Hidayat yaitu Hj Putu Selly Andayani dengan TGH Abdul Manan.

Namun anggota Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS NTB Sambirang Ahmadi membantah itu. “Saya kira tidak. Arah dukungan PKS di Mataram sudah final (tidak akan tarik dukungan),” tepisnya.

Sikap politik PDIP di Sumbawa dipastikan tidak berpengaruh di Mataram. “Kita telah melalui proses kajian untuk mengusung Bapaslon ini,” ulasnya.

Keputusan politik di Kota Mataram tidak sekadar kepentingan politik. Tetapi memperhitungkan survei elektabiltias dan peluang menang. “Jadi tidak ada perubahan (PKS tetap berjuang untuk Selly-Manan),” tegasnya.

Justru tampilnya Husni-Ikhsan menggunakan mesin PDIP di Sumbawa, menambah semangat PKS bertarung demi kemenangan Mo-Novi. “Semakin banyak putra-putri Sumbawa yang tampil, tentu semakin baik,” ulasnya.

Masyarakat menurutnya punya lebih banyak pilihan pemimpin untuk lima tahun mendatang. “Saya selalu mengibaratkan ini seperti hidangan, tinggal masyarakat mau pilih yang mana,” ulasnya.

Sambirang juga membantah tidak ada barter politik seperti yang diisukan selama ini. PKS dan PDIP berkoalisi dengan maksud ingin merajut semangat kebangsaan. “Oh ternyata nasionalis dan religius bisa dalam satu perahu dan kami buktikan itu,” pungkasnya. (zad/r2) Editor : Administrator
#TGH Abdul Manan #Pilwali Mataram #Selly Andayani