Proses musda berjalan lancar dan tertib. Yang menarik adalah terpilihnya H Humaidi yang notabene merupakan keluarga Yayasan Attohiriyah Al Fadiliyah (Yatofa) Bodak.
Yayasan yang selama ini dikenal sebagai motor politik keberhasilan Golkar menjadikan Loteng sebagai lumbung suara di Loteng bahkan di NTB.
Ketua DPD Partai Golkar NTB H Mohan Roliskana, juga memberi sinyal kuat, tetap bisa mengikat Loteng sebagai daerah kekuasaan Golkar dengan akan ditunjuknya H Nursiah sebagai sekretaris DPD Golkar Loteng.
“(Terpilih) Pak Humaidi (dan) Pak Nursiah insya Allah (sebagai) sekretaris,” ungkapnya, Sabtu (26/6).
Terpilihnya Humaidi tak bisa ditampik sinyal baik bagi Golkar, telah membangun musyawarah ‘bercita rasa’ rekonsiliasi. Begitu juga dengan lampu hijau kesediaan Nursiah yang merupakan anak ideologis dari pimpinan Ponpes Yatofa TGH Fadli FT.
Belakangan sebelum Humaidi terpilih, tersiar rumor bila Yatofa akan menarik diri dari Golkar, sebagai dampak dinamika politik Musda Golkar NTB beberapa waktu lalu. Tetapi rumor itu rupanya berhasil ditepis. Mohan terlihat sukses membangun rekonsiliasi politik sehingga basis dukungan Golkar di Loteng tetap solid dan aman. Setidaknya hal ini tergambar dari terpilihnya Humaidi sebagai Ketua DPD Golkar Loteng kembali.
Mohan juga terlihat berhasil tetap mempertahankan simbol Loteng (baca: wakil bupati) sebagai milik Golkar. Dengan rencana menempatkan Nursiah dalam jajaran elite pengurus Golkar Loteng.
“Khusus Loteng sebagai lumbung suara Golkar, harus dapat dipertahankan dan ditingkatkan dan merawat basis pemilih struktural,” harapnya.
Sinyal Yatofa berhasil dipertahankan memberi gambaran Golkar telah sangat siap menghadapi tahun politik 2024. Ditambah tentu penetrasi mesin politik yang masih akan melakukan terobosan segar di bawah komando Mohan. Golkar NTB sukses menjaga mesin politiknya untuk tetap menjadi partai terbesar di NTB.
Keinginan Golkar mempertahankan Loteng sebagai basis suara solid dan militan juga terlihat dari instruksi Mohan agar ketua terpilih menyusun kepengurusannya berdasarkan peta kewilayahan.
“Dan komposisi pengurus harus merepresentasikan kewilayahan,” tegasnya.
Namun demikian, Mohan juga tetap mengingatkan agar kader dan pengurus tidak melakukan manuver politik yang lebai. Wanti-wanti ini sekan menjadi ciri khas Mohan dalam memimpin Golkar dan diharapkan dipatuhi oleh semua kader dan pengurus.
“Solidaritas kader harus dijaga dan tegak lurus terhadap keputusan partai dalam menyongsong peristiwa politik 2024,” tegasnya lagi. (zad/r2)
Editor : Administrator