Maureen mengungkapkan bahwa untuk bisa sampai di tahapan pendaftaran calon itu timnya sudah bekerja keras. “Jadi ini sungguh luar biasa, terima kasih saya sampaikan pada tim saya,” katanya saat sesi jumpa pers, Kamis (11/5).
Ia menilai baik KPU dan Bawaslu telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Terutama menegakkan ketentuan dan aturan kepemiluan. “Apa yang sudah dilakukan kami memandang itu sudah fair,” ungkapnya.
Tahapan verifikasi administrasi dan faktual secara spesifik disebut menjadi tahapan cukup berat. Namun demikian, kerja keras berhasil mengantarkannya hingga mampu mengantongi syarat minimal dukungan mencalonkan diri. “Itu yang menjadi tahapan yang agak berat,” paparnya.
Maureen yang diketahui merupakan cucu dari mantan penjabat Gubernur NTB pada tahun 1968 yakni Gerard Robert Abraham Wenas itu menyampaikan harapan bisa terpilih di Pemilu 2024 nanti. Ia membawa gagasan membangun peradaban yang dimulai dari desa-desa.
“Mendapat dukungan dari 7 kabupaten/kota, saya berharap apabila terpilih nanti dapat menyampaikan aspirasi agar pemerintah pusat memperhatikan pembangunan desa-desa,” ujarnya.
Selama ini desa selalu dikesankan sebagai ‘halaman belakang’. Sedangkan perkotaan dikesankan sebagai ‘wajah perkotaan’. Padahal dalam pandangan pengusaha ini, justru peradaban selalu diawali dari desa. “Ke depan desa tidak boleh dikesankan lagi sebagai halaman belakang tapi harus jadi jantung dalam pembangunan,” harapnya.
Dukungan untuk tampil di pemilihan DPD RI diungkapkan juga sangat deras dari berbagai lapisan masyarakat. “Saya banyak bertemu dengan tokoh, kades, dan masyarakat yang termotivasi banget agar bagaimana saya bisa menjembatani aspirasi mereka ke pusat,” tuturnya menjelaskan alasan mendaftar.
Disinggung mengenai paras yang cantik, Maureen tersenyum. Ia beralasan bahwa hal itu kerap dijadikan sebagai alat untuk meningkatkan elektoral.
Ia pun bersyukur dan menyampaikan terima kasih bila publik melihat hal itu sebagai kelebihannya. Hanya saja, sebagai senator yang memperjuangkan aspirasi daerah di pusat wajah rupawan bukanlah modal utama.
“Tetapi yang lebih penting adalah intelektual dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat,” paparnya.
NTB saat ini membutuhkan sosok yang memiliki jiwa petarung dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Dalam hal ini, Maureen menyampaikan kesiapan untuk mencurahkan seluruh kemampuannya berjuang bagi pembangunan di daerah.
“Karena daerah butuh program bukan pujian saja,” tekannya.
Mirah Target 500 Ribu Suara
Di saat yang sama mendaftar juga Bakal Calon Anggota DPD RI atas nama Mirah Midadan Fahmid. Sama seperti Maureen, Mirah Midadan juga datang di bawah guyuran hujan deras.
“Untuk sampai titik ini, tim kami sudah bekerja keras,” ungkap, perempuan bergelar Master of Science Economic Development di University of Glasgow, the United Kingdom tersebut.
Perempuan berdarah Bima itu berharap proses pendaftaran dapat berjalan lancar hingga ditetapkan sebagai calon DPD RI. “Saya punya kualitas dari sisi pendidikan (untuk jadi senator),” katanya saat sesi jumpa pers.
Di samping itu, alasan sebagai putri NTB membuatnya merasa terpanggil tampil di Pemilu 2024. “Tanah leluhur saya dari Bima, NTB,” ungkapnya.
Di kesempatan itu, Mirah Midadan mengungkapkan menargetkan 500 ribu suara untuk dapat meraih kursi senator NTB. Optimisme itu menurutnya telah dihitung secara statistik berdasarkan pemetaan tim pemenangan yang bekerja untuknya.
“Saya juga representasi milenial,” ujarnya.
Terlepas dari target itu, Mirah Midadan juga tidak mau dianggap menyepelekan lawan. Semua calon memiliki kualitas yang bagus sebagai kompetitor merebut kursi senator. “Saya sangat menghargai semua calon dan masing-masing memiliki keunikan tersendiri,” pungkasnya. (zad/r10)
Editor : Baiq Farida