Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tak Mau Kaum Perempuan Hanya Jadi Penonton di Daerahnya Sendiri, Ini Gagasan Caleg DPRD NTB Megawati Lestari

Rury Anjas Andita • Senin, 18 September 2023 | 08:21 WIB
SILATURAHMI: Caleg DPRD NTB dari Partai Golkar Megawati Lestari saat bersilaturahmi dengan pimpinan ponpes di Lombok Tengah, belum lama ini.
SILATURAHMI: Caleg DPRD NTB dari Partai Golkar Megawati Lestari saat bersilaturahmi dengan pimpinan ponpes di Lombok Tengah, belum lama ini.

LombokPost-Kiprah perempuan, alumni pondok pesantren belum banyak terakomodir dalam pembangunan daerah. Padahal peran mereka sangat strategis jika bisa dikelola dan diberikan akses yang sepadan.

"Saya pikir, santriwati ini kekuatan yang luar biasa. SDM yang potensial, namun masih butuh sentuhan perhatian. Hal ini yang akan saya perjuangkan," kata Megawati Lestari, aktivis Pro Demokrasi yang maju sebagai caleg DPRD NTB dari Partai Golkar, Minggu (17/9).

Maju di dapil NTB 8, Lombok Tengah, Megawati bertekad memberdayakan kaum perempuan dan menyediakan pendididikan berkualitas. Menurut dia, para santriwati alumni ponpes memiliki daya saing SDM yang mumpuni. Namun, faktanya keterserapan mereka di dunia lapangan kerja masih belum optimal, baik di sektor formal maupun informal.

Putri Almarhum H Muhdin Ramli, alumni Jombang Tebu Ireng pertama di wilayah Lombok Tengah ini menilai, kendala yang ada adalah kurangnya akses untuk para santriwati dan pemberdayaan keterampilan atau skill menghadapi peluang kerja. "Sehingga ke depan perlu ada semacam pelatihan dan pemberdayaan, misalnya bagaimana mereka dibekali kemampuan wirausaha, pemasaran digital, dan diberi akses permodalannya," katanya.

Menurut Mega, para santriwati bisa menjadi agen-agen perubahan dan ujung tombak pengentasan masalah perempuan dan kemiskinan di Lombok, NTB. Dari aspek sosial dan psikologis, para santriwati juga memilili nilai lebih untuk moralitas dan akhlaknya.

"Yang dibutuhkan sebenarnya adalah pemberdayaan tambahan setelah mereka lulus dari pesantren. Sehingga para santriwati ini siap mengisi lapangan kerja atau pun membuka wirausaha," ujarnya.

Destinasi superprioritas The Mandalika dengan sirkuit internasionalnya diprediksi akan terus berkembang pesat ke depan. Megawati tak ingin masyarakat setempat, khususnya para perempuan hanya bisa menjadi penonton. Tetapi harus bisa mengambil peran dan menangkap efek domino positifnya untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Bayangkan jika suvenir atau kuliner oleh-oleh di sektor pariwisata itu diproduksi sendiri oleh perempuan, santriwati kita. Tentu dampak ekonomi pariwisata akan terasa langsung di masyarakat," katanya.

Ia tak menafikan upaya pemerintah saat ini yang sudah cukup baik dalam peningkatan kapasitas SDM di NTB. Hanya saja, Megawati menilai, belum ada gagasan yang secara khusus menyentuh para alumni santriwati.

Beasiswa pendidikan tinggi luar negeri yang digagas Pemprov NTB misalnya, akan sangat baik jika memberikan akses yang sama terutama untuk santriwati lulusan Ponpes. (r5)

Editor : Rury Anjas Andita
#DPRD NTB #caleg #Megawati Lestari #Perempuan