“Lihat bagaimana dia memiliki keberpihakan pada kaum miskin dan rakyat terlantar. Saya sudah berapa kali memilih pemimpin kepala daerah. Selalu kecewa,” kata Rachmat.
Selama menjadi menjadi politisi, Rachmat yang merupakan politikus senior Bumi Gora menilai jika setelah terpilih, pemimpin daerah tidak bekerja dengan baik, namun malah justru terlihat berkelahi dengan pasangannya. Kata Rachmat, antara Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dengan Wakil Wali Kota, Gubernur dengan Wakil Gubernur, tidak ada yang nampak baik-baik saja.
“Saya tahu itu. Terjadi di NTB ini seperti itu. Hanya karena proyek dan OPD, banyak yang mencari bagian. Semuanya piti, piti, piti. Kepeng, kepeng, kepeng saja,” bebernya.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTB itu juga menegaskan, ia yang telah menjadi anggota DPR sejak tahun 80-an mengungkapkan segudang kekecewaan pada pemimpin di daerah ini.
Untuk itulah, ia berharap di pundak seorang Penjabat Bupati Lotim dan Penjabat Wali Kota Bima, juga Penjabat Gubernur NTB saat ini, daerah yang ia inginkan dapat menjadi lebih baik, aman, sejahtera, dan kondusif.
“Yang terpenting diperhatikan pemimpin itu adalah orang miskin dan kaum terlantar. NTB ini masih menjadi provinsi paling miskin di Indonesia,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rachmat juga memberi pesan khusus pada Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik dan Pj Wali Kota Bima H Moh Rum. Pesan tersebut disampaikan saat kedua penjabat kepala daerah yang baru dilantik tersebut berkunjung ke kediamannya, di Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. (tih/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post