Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Spanduk Tolak Rocky Gerung ke Kota Mataram, Penyelenggara Diskusi : Sudah Koordinasi dengan Polda

Miq Ade • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 12:26 WIB
Spanduk terpasang di simpang empat Jalan Bung Karno-Ismail Marzuki yang memuat tulisan menolak kedatangan Rocky Gerung.
Spanduk terpasang di simpang empat Jalan Bung Karno-Ismail Marzuki yang memuat tulisan menolak kedatangan Rocky Gerung.
 
  
 
LombokPost-Rencana kedatangan Rocky Gerung diwarnai aksi pemasangan spanduk. Terpasang salah satunya di pagar simpang empat jalan Bung Karno-Ismail Marzuki, Kota Mataram 
Dalam spanduk, memuat tulisan 'Dendek Dateng Rocky Gerung Pinak Uyut Doang'. Belum diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut. 
 
Namun pihak penyelenggara diskusi yang mendatangkan Rocky Gerung bergeming dengan spanduk bernada penolakan tersebut. "Acara tetap jalan karena ini kegiatan akademik," kata Ketua Metajuridika M Ridhussyah, Jumat (20/10).
 
M Ridhussyah
M Ridhussyah
 
Ridhussyah juga mengatakan, kegiatan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan aparat kepolisian. "Santai aja, sudah (kami) Koordinasi dengan Polda (mengenai kegiatan ini)," terangnya. 
 
Metajuridika sebagai penyelenggara memastikan forum diskusi ini sehat. Ajang bagi para pemikir bertukar pikiran dan berbagi pengalaman khususnya mengenai tema yang akan dibahas mengenai demokrasi. 
 
"Pemikiran kritis tidak boleh dilarang," ujarnya. 
 
Forum diskusi ini ditegaskan untuk membahas tentang tumbuh kembang demokrasi di Indonesia. Melihat secara objektif dalam banyak perspektif pemikir. Sejauh mana demokrasi telah berjalan dan apa saja yang perlu diperbaiki agar demokrasi bangsa semakin baik ke depan. 
 
Menurutnya, kalaupun ada yang merasa pahit menelan argumentasi dari pembahasan demokrasi, bukan berarti itu merusak. "Karena kritik adalah obat, agar kekuasaan itu sehat dan tetap berpihak pada rakyat," tegasnya. 
 
Tidak ada sesuatu yang spesifik dan yang perlu dikhawatirkan. Forum ini adalah ruang melakukan kajian tentang demokrasi Indonesia. 
 
Jadi, tidak perlu ada yang terusik ataupun terganggu dengan kajian para pemikir yang akan membahas secara akademis tentang demokrasi. "Dan tema diskusi juga biasa tentang masa depan demokrasi di Indonesia," jelasnya. 
 
Diskusi rencananya dilaksanakan Sabtu (21/10). Dari pukul 2 siang sampai selesai di Bonum Coffee, Kota Mataram. 
Menghadirkan sejumlah pemikir lain di samping Rocky Gerung. Antara lain Bivitri Susanti dan Widodo Dwi Putro. Metajuridika juga mengundang publik secara luas khususnya di Kota Mataram untuk ikut nimbrung dalam diskusi. 
 
"Diskusi ini akan mengumpulkan para pemikir, akademisi, dan praktisi di berbagai bidang untuk berbicara tentang masalah-masalah ini dan merumuskan solusi yang konstruktif," harapnya. 
 
Dikatakannya, ini akan menjadi forum terbuka. Peserta dapat berbagi pandangan, pengalaman, dan gagasan mereka tentang masa depan demokrasi. 
 
"Kami berharap diskusi ini akan mendorong kerja sama pemikiran lintas pengetahuan dan kepentingan serta dapat menciptakan solusi yang inovatif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh demokrasi di Indonesia," harapnya. (zad)
 
 
Editor : Kimda Farida
#diskusi #spanduk #bivitri susanti #rocky gerung #Metajuridika #demokrasi #Bonum Coffee