Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bawaslu NTB Dalami Informasi 'Ajakan Menyerukan AMIN' dalam Pidato Mendes PDTT

Fatih Kudus Jaelani • Senin, 27 November 2023 | 17:40 WIB

Suhardi
Suhardi
LombokPost- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB menerima informasi video pidato sambutan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar.

Informasi tersebut menjelaskan dugaan Gus Halim mengkampanyekan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dalam acara Malam Apresiasi Pemenang Lomba Desa Wisata Nusantara 2023 di Hotel Aruna Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Jumat malam (24/11) lalu.  

Kordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu NTB Suhardi membenarkan terkait informasi yang diterimanya tentang acara Kemendes tersebut.

“Informasi ini selanjutnya akan kami plenokan. Dari hasil itu, baru bisa kami putuskan apakah akan menindaklanjutinya atau tidak,” kata Suhardi saat dihubungi Lombok Post, Minggu (26/11). 

Menurut Suhardi, informasi mengenai dugaan pelanggaran pemilu bisa bersumber dari temuan Bawaslu dan dari informasi yang diperoleh dari masyarakat. Namun pidato Kemendes tersebut merupakan temuan yang bersumber dari informasi.

Temuan itu nantinya akan diplenokan untuk ditetapkan apakah sebagai informasi awal atau tidak. 

“Setelah ditetapkan sebagai informasi awal, selanjutnya kami akan melakukan penelusuran,” jelasnya.  

Suhardi juga mengapresiasi pemberi informasi laporan ini. Karena termasuk bentuk kepedulian masyarakat terhadap kualitas pemilu.

"Jangan sampai ada pihak-pihak yang menyalahgunakan kewenangannya untuk mendukung atau pun tidak mendukung calon-calon tertentu,” terang Suhardi.

Ia menegaskan Bawaslu tidak pandang bulu dalam melakukan penindakan pelanggaran pemilu. Siapapun dia, kata Suhardi, komisioner Bawaslu telah disumpah untuk melakukan pengawasan dan penindakan. 

“Yang memiliki negara ini kita semua. Jadi sepanjang dia melanggar aturan ini kan kita smash dia. Tapi tidak mudah itu kan untuk sampai pada kesimpulan. Tentu ada proses yang kami lakukan. Prinsip kami, kalau itu menjadi temuan, maka kami yang harus membuktikannya,” paparnya. 

Mendes Abdul Halim Iskandar dalam video terlihat meminta kepala desa dan daerah yang hadir dalam acara itu untuk bersama-sama meneriakkan kata 'Amin'. 

Awalnya Gus Halim yang merupakan kakak kandung dari Cawapres Muhaimin Iskandar itu memaparkan sosok pemimpin masa depan Indonesia adalah pemimpin yang memahami masalah desa dan yang meyakini bahwa desa mampu memberdayakan dirinya sendiri.

“Aminnya tidak kompak,” kata Gus Halim meminta ucapan amin yang lebih kompak dan langsung disambut riuh kata Amin di dalam video tersebut. 

“Nah itu baru benar. Kalau doa itu aminnya harus serius. Masak kepala desa didoakan, tapi aminnya ndak kompak. Nah itu baru kompak. Kompak amin? Itu baru bener,” sambung Gus Halim.

Selain itu, ucapan ‘Amin’ beberapa kali dengan tegas diucapkan dalam pidatonya yang berdurasi sekitar 15 menit tersebut. Hal itu disampaikan usai menyerahkan penghargaan kepada kepala desa. 

Kepada awak media, Gus Halim menampik jika apa yang disampaikan merupakan ajakan terselubung untuk memilih pasangan AMIN. “Itu kan doa, kalau berdoa pasti ucapan yang didoakan, apa?” kata Halim bertanya balik pada pewarta. (tih/r2)

 

 

Editor : Kimda Farida
#suhardi #abdul halim iskandar #amin #Kampanye #mendes pdtt #Bawaslu NTB #pelanggaran pemilu