LombokPost-Sambil menunjuk-nunjukkan jari telunjuknya ke massa, matanya memang tampak sudah berkaca-kaca saat berpelukan dengan Anies, dalam agenda Kampanye Akbar Anies-Muhaimin di Jakarta Internasional Stadium (JIS), Sabtu (10/2). Matanya tampak berurai air mata seusai berpelukan erat dengan Anies Baswedan di atas panggung.
Hal itu lebih terlihat lagi seusai pelukan itu dilepaskan dan keduanya menghadap ke lautan manusia yang hadir.
Cak Imin mengaku merasa punya utang yang amat besar melihat luar biasanya animo masyarakat yang hadir dalam agenda bertajuk Kumpul Akbar Ber1 Berani Berubah itu.
"Ini sangat mengharukan, betul-betul dari hati. Karena itu kami merasa berutang. Ada ibu-ibu nangis, (bilang) saya hanya titip Indonesia. Puitis banget gitu, lho," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (10/2).
Ia mengatakan sudah sejak pukul 07.00 WIB berangkat dari hotel ke JIS. Setiap langkahnya, Ketua Umum PKB itu merasakan aura yang luar biasa dari warga yang hadir.
"Setiap langkah dihadang, direbut, sampai berapa kilo itu, melelahkan tapi membanggakan," ungkapnya.
"Mereka bawa makanan sendiri, khas rekreasi, pakai mie goreng. Bawa nasi bungkus ada mie goreng, telur rebus, digelar di pinggir jalan. (Terus lihat) ada kita, ditinggal," pungkas Cak Imin.
Sementara itu, politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ahmad Sahroni membantah bahwa lautan manusia yang hadiri Kampanye Akbar Anies-Muhaimin di Jakarta Internasional Stadium (JIS) adalah bayaran. Hal itu ia sampaikan saat mengisi acara tersebut.
Mulanya, Ramzi, pembawa acara tersebut memancing bahwa ada isu kalau massa yang datang ke JIS yang berjubel itu adalah bayaran.
"Oh sorry. Sorry, ye. Tanpa bayaran apapun," katanya yang kemudian diikuti seruan "Sorry, ye" juga dari lautan manusia yang ada di JIS, Sabtu (10/2).
"Anies terbaik. Indonesia butuh Anies. Setuju aniss presiden?" sambung Sahroni.
Dengan melihat animo masyarakat yang begitu besar hadir di JIS, ia bahkan menyebut seharusnya pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies-Muhaimin dapat menang dalam satu putaran.
"Kalau tetangga bilang satu putaran, maka Anies juga satu putaran," pungkas Sahroni.***