LombokPost--Nama Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Gita Aryadi keluar sebagai salah satu Calon Gubernur (Cagub) yang akan diusung Partai Golkar di Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2024. Hal ini berdasarkan lampiran surat DPP Partai Golkar bernomor Sund-359/GOLKAR/IV/2024 tertanggal 4 April 2024.
Surat tersebut ditandatangani Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung dan Sekretaris Jendral Lodewijk F Paulus. Ketua DPD Partai Golkar NTB H Mohan Roliskana mengatakan pengusulan nama Gita Aryadi telah melalui mekanisme partai.
“Ya itu (hasil) perspektif DPP ya,” kata Mohan Rosliskana ditemui di Hotel Lombok Raya, Jumat (5/4).
Ia memaknai, munculnya nama Gita Aryadi sebagai hal positif bagi partai. Hal ini menurutnya dapat memotivasi semua figur bekerja bersama-sama membesarkan partai Golkar.
Dalam surat itu terdapat empat nama kandidat yang diperintahkan mulai bekerja meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Nantinya figur atau tokoh dengan survei tertinggi yang berhak menggunakan partai Golkar di Pilgub 2024.
Adapun empat figur itu antara lain: Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana; Mantan Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT; Bupati Bima Indah Damayanti Putri; dan Pj Gubernur NTB Lalu Gita Aryadi. “Jadi sekarang kan ada ada dinamika kompetisinya,” ucapnya.
Mohan menekankan kompetisi tidak harus diperspektifkan negatif. Justru persaingan elektoral yang terjadi dapat berdampak positif terhadap peluang partai menenangkan kadernya di kontestasi Pilgub 2024.
“Kita semua jadi terpacu dan termotivasi dan ini positif untuk partai,” ucapnya sembari tersenyum.
Saat ditanya apakah nama Gita muncul dari hasil usulan internal partai, masyarakat, atau mengajukan nama sendiri, Mohan menjawab normatif. Ia mengatakan hasil tersebut berdasarkan proses yang sah di internal partainya.
“Ya bisa saja (nama Gita Aryadi muncul), ini menbuktikan Golkar membuka ruang tidak hanya untuk internal partai,” paparnya.
Sebelum hasil itu muncul, pihaknya juga telah dimintai pertimbangan oleh DPP Partai Golkar. “Ya kita diminta pertimbangan juga, (karena salah satu figur potensial) nggak mungkin kita bilang nggak boleh, ya boleh. Jadi ruang kompromi ada (untuk mencari figur-figur terbaik),” ucapnya.
Wali Kota Mataram itu mengatakan, proses masih terus berlangsung. Partai nantinya akan melakukan seleksi dengan survei, siapa figur yang berhak menggunakan partai Golkar di Pilgub 2024.
“Golkar menjadikan hasil survei sebagai rujukan utama,” tekannya.
Mohan menyampaikan, sebagai partai sarat pengalaman, Golkar telah membangun sistem yang rapi untuk menjaring figur potensial. “Nantinya ada instruksi berjenjang yang artinya bahwa tidak sepenuhnya kita punya kemandirian untuk memutuskan apa yang menjadi masa depan partai,” paparnya.
Dengan kata lain, hasil tersebut merupakan proses yang harus dilalui dan baru final setelah partai menerbitkan satu nama sebagai figur yang diusung. “Jadi DPP memiliki peran dominan dalam hal ini,” tekannya.
Saat akan memutuskan siapa figur yang dianggap layak, Golkar telah tuntas membaca dan memetakan politik daerah. Termasuk memastikan, figur yang diusung adalah figur tepat dan terbaik untuk memenangkan kontestasi.
“Partai tentu punya sudut pandang dalam melihat percaturan kontestasi daerah, (saat partai telah mengambil keputusan) ya kita (sebagai kader) pasti akan ikut apa yang menjadi arahan dan keputusan DPP,” pungkasnya. (zad)
Editor : Hidayatul Wathoni