Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mohan Roliskana-Didi Sumardi jadi Win-win Solusi?

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 27 April 2024 | 22:17 WIB
Dr Ihsan Hamid
Dr Ihsan Hamid

LombokPost--Mohan Roliskana tengah gencar melakukan sosialiasi. Langkah itu menyusul perintah partai yang memintanya melihat peluang tampil dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2024.

Tetapi di tengah gencarnya wali kota satu periode itu bersosialisasi, muncul nada sumbang yang meragukan keseriusannya menapaki panggung Pilgub. Salah satu yang masih ragu adalah pengamat politik Dr Ihsan Hamid.

“Sosialiasi yang dilakukan Mohan, masih saya lihat sebagai bentuk menjalankan perintah partai saja. Semangatnya bersosialisasi baru sebatas di kota, loh kalau di kota buat apa? dia sudah sangat famous (terkenal, Red) di sini. Baru kita anggap serius kalau alat sosialiasinya tersebar dari Ampenan hingga Sape,” ucapnya.

Oleh karenanya, pernyataan Mohan yang berulang kali menyebut ingin rasional dalam mengambil langkah politik ditafsiri Ihsan, sebagai isyarat kecondongan Mohan tetap berada di Kota Mataram. Setidaknya sampai, nantinya ia menjabat dua periode di Kota Mataram.

“Maka saya sampai saat ini, belum yakin dengan keseriusan Mohan tampil di Pilgub. Kalau dalam persentase ya kira 70-80 persen gestur politik Mohan masih condong untuk kota,” ucapnya.

Analisa dan peluang Mohan tampil di Pilgub menurutnya belum relevan. Setidaknya sampai Mohan memperlihatkan keseriusannya tampil di Pilgub.

“Kalau dia tampil lagi di kota, peluang menangnya lebih besar. Posisinya sebagai petahana dan jaringan politiknya jauh lebih matang,” paparnya.

Pengampu ilmu politik di UIN Mataram itu mengatakan, analisa politik jauh lebih realistis membaca: dengan siapa Mohan akan berpasangan di ibu kota. Apakah, Mohan Rolsikana-TGH Mujiburrahman jilid dua akan kembali terbentuk atau justru dengan yang lain.

“Dalam analisa saya, saya membaca peluang Mohan-Didi lebih berpeluang terbentuk di Pilwali nanti,” ucapnya.

Ihsan mengungkapkan, ia melihat ada misi win-win solusi yang coba ditawarkan dalam paket ini. “Saya perlu garis bawahi, ini hanya bacaan politik saya secara akademis. Kalau Mohan gandeng pak Didi, keuntungan politiknya lebih banyak dibanding tetap dengan TGH Mujib,” paparnya.

Ihsan mengatakan, bila Didi diambil sebagai calon wakil wali kota, secara otomatis, kursi DPRD provinsi yang diraih Didi dalam Pileg 2024 akan diisi peraih suara terbanyak nomor dua.

“Sekarang tinggal kita lihat siapa peraih suara terbanyak nomor dua di Dapil NTB 1 Kota Matatam,” ucapnya.

Langkah politik ini berpengaruh positif pada hubungan lebih erat lagi antara Mohan dengan Pj Gubernur NTB Lalu Gita Aryadi.

“Kalau dalam pandangan saya, tawaran ini sangat menarik bagi pak Didi, karena apa? Ya, kalau kata orang dipasangkan dengan siapapun pak Mohan pasti jadi dan ini adalah peluang emas pak Didi masuk ke eksekutif. In bisa jadi win-win solusi,” tekannya.

Di sisi lain, elektoral Didi sudah teruji. Pada Pileg 2024 kemarin ia berhasil menghimpun 16,5 ribu suara.

“Saya melihat juga pak Didi jauh lebih lues dan paham tentang pemerintahan. Tentu ini akan memudahkannya dalam memimpin ibu kota karena pengalamannya menjadi ketua DPRD juga. Dan mungkin saja ini jadi pertimbangan pak Mohan juga,” ucapnya.

Dalam kepentingan Mohan untuk terus mempertahankan hegemoni partai Golkar di Kota Mataram, mengambil Didi bisa jadi solusi memperbaiki performa Golkar di Kota Mataram. Didi bisa ditunjuk sebagai ketua Golkar Kota Mataram, menggantikan TGH Mujib yang belum dapat mencapai target.

Sementara itu, Lombok Post menghubungi TGH Mujib dan meminta komentarnya terkait langkahnya di Pilkada Serentak 2024. Melalui layanan WhatsApp, ia mengabarkan keberadaannya saat ini di tanah suci Makkah.

“Saya sedang di Makkahz umrah bersama istri dan ananda Zihani Ilman Fayadi, insya Allah kalau sempat nanti saya jawab,” pendeknya. (zad)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Kota Mataram #pilgub #Ihsan hamid #Pilkada serentak #2024 #Mohan Roliskana #pilwali #Didi Sumardi