Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pepet TGB Demi Dapatkan Rohmi, Pengamat Nilai Bang Zul Gelisah

Hamdani Wathoni • Rabu, 15 Mei 2024 | 10:14 WIB
TGB M Zainul Majdi bersama Zulkieflimansyah. (Tangkapan layar unggahan Facebook Bang Zul Zulkieflimansyah)
TGB M Zainul Majdi bersama Zulkieflimansyah. (Tangkapan layar unggahan Facebook Bang Zul Zulkieflimansyah)

LombokPost-Video unggahan Zulkieflimansyah di akun media sosialnya Hari Selasa (14/5) menjadi perbincangan hangat.

Video tersebut berkaitan dengan klaim dukungan TGB M Zainul Majdi terhadap pasangan Zul-Rohmi Jilid II.

TGB dalam cuplikan video mendoakan pasangan Zul-Rohmi jilid II kembali maju memimpin pembangunan NTB 2024-2029.

Namun hingga Rabu (15/5), video ini masih belum terkonfirmasi apakah benar menjadi pertanda deklarasi dukungan oleh TGB kepada Zul-Rohmi atau tidak.

TGB yang coba dikonfirmasi Lombok Post terkait kebenaran video tersebut belum memberikan respons. Baik ketika dihubungi via panggilan telepon ataupun pesan WhatsApp.

Hal ini sangat berbeda ketika TGB memberikan pernyataan ke Lombok Post terkait dirinya tidak pernah memberikan dukungan kepada Zul-Rohmi jilid II.

Ia dengan tegas menyatakan tidak pernah terlibat dan mendeklarasikan Zul-Rohmi jilid II.

Ia pun menolak menanggapi pertanyaan apakah ia merestui Zul-Rohmi jilid II untuk kembali maju ke Pilkada tahun ini dengan alasan ingin fokus dengan persoalan keumatan.

Lantas, video yang beredar tentu kontradiktif dengan pernyataan TGB sebelumnya.

Hanya saja ketika dihubungi terkait kebenaran videonya dengan Bang Zul yang beredar, ia justru terkesan menghindar.

Dengan situasi ini, pemerhati politik Universitas Mataram Syaiful Hamdi mencermati ada sesuatu yang tidak beres dalam video yang beredar.

Menurutnya, TGB dalam video tersebut justru terlihat gelisah dalam menyampaikan pernyataan terkait Zul-Rohmi jilid II.

“Dalam video itu beliau (TGB) saya lihat gelisah. Kemudian ada kata-kata insyaAllah dan mendoakan itu memang bahasa diplomatis. Bahasa tubuh tuan guru saya lihat ada kegelisahan, itu kalau pembacaan saya gesture tubuh,” kata dosen Prodi Sosiologi Unram tersebut.

Ia menyebut TGB menyampaikan pernyataan tersebut karena terkesan dipepet Bang Zul.

Menyusul ramainya pemberitaan mengenai bubarnya pasangan Zul-Rohmi jilid II.

Akhirnya, Bang Zul beberapa hari terakhir ramai membuat video seolah-olah TGB kembali mendukungnya.

Sehingga TGB sebagai teman dekat Zul terkesan terpaksa membuat pernyataan tersebut untuk menjaga persaaan sahabatnya.

“Tuan guru ini saya lihat dipepet terus,” cetusnya.

Secara keseluruhan, Syaiful melihat dari bahasa tubuhnya, TGB dinilai masih fivety-fivety.

Ini disebabkan, elit politik dan arus bawah jamaah NWDI dinilainya saat ini terpecah menjadi dua.

Dimana ada pihak yang ingin Zul- Rohmi lanjut, namun sebagian besar justru meninginkan Rohmi pisah dari Zul dan maju sebagaicalon gubernur.

“Sebagian besar mereka (jamaah NWDI) menginginkan Rohmi maju di NTB satu,” tegasnya.

Keinginan jamaah NWDI tersebut makin menguat dengan ramainya baliho Rohmi dipasangkan dengan beberapa figur untuk maju menjadi calon gubernur.

“Saya pikir ini yang akhirnya membut Bang Zul saat lihat luar biasa gelisahnya,” sambungnya.

Jika melihat dari sisi politik, Rohmi disebutnya memang memiliki peluang besar untuk maju sebagai calon gubernur. Ia memiliki modal massa yang besar dan treck record yang bagus. Tinggal mencari tambahan pemilih dari Pulau Sumbawa. Baik figur dari Bima ataupun Sumbawa. “Bagus Pulau Lombok-Pulau Sumbawa, jangan Lombok-Lombok sebaran politiknya agar tidak terkesan eksklusif,” sarannya.

Syaiful Hamdi juga mengatakan, dari sisi kepentingan politik jika TGB mendukung Zul harus dilihat apa keuntungan yang didapatkan. Ia melihat saat ini banyak jamaah NWDI yang tergerus ke PKS.

Karena PKS sangat loyal ke konstituennya. Baik sisi materi dan kepedulian. Sehingga, bukan tidak mungkin jamaah NWDI menurutnya bisa berhamburan ke PKS. 

Kemudian, Bang Zul setelah menjabat dua periode menjadi Gubernur NTB bukan tidak mungkin akan maju ke kancah nasional. Baik menjadi Capres ataupun Cawapres.

“Lantas tuan guru dapat apa? Ini juga harus dipikirkan dari sisi kepentingan politik,” urainya.

Sehingga ia menilai ini yang membuat elit dan arus bawah NWDI ingin Rohmi maju sebagai calon gubernur.

Peluang untuk menangnya jauh lebih besar apalagi jika head to head dengan Zul atau dengan adanya tiga pasangan calon sekalipun. “Masalahnya arus bawah yang menolak Zul ini sangat kuat. Saya pikir TGB sebagai Ketua PB NWDI diharapkan dipertimbangkan suara arus bawah ini,” tandasnya. (ton)

Editor : Kimda Farida