Melalui unggahan video di akun media sosial miliknya, Rohmi memantapkan berpasangan dengan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW Musyfirin di Pilgub NTB mendatang.
Dia mengatakan, keputusannya itu diambil setelah mencermati dinamika sosial politik, mendengar berbagai percakapan dan dialog yang berkembang di masyarakat. Termasuk juga menerima serta mempertimbangkan saran dan aspirasi dari para tokoh. Di antaranya saran dari TGB HM. Zainul Majdi langsung.
"Saya memantapkan diri berikhtiar menjadi Calon Gubernur NTB 2024 berpasangan dengan Bapak HW Musyfirin, Bupati KSB dua periode. Saya juga sudah berkomunikasi dan menyampaikan sikap politik ini pada sahabat saya, Dr. Zulkieflimansyah. Alhamdulillah beliau sangat memaklumi, mengerti dan Ikhlas atas sikap dan keputusan yang saya ambil," jelas Rohmi.
Dalam video yang sama Rohmi juga menyebut dirinya telah berkomunikasi dengan TGB HM Zainul Majdi terkait langkah politik yang ia ambil. Hal ini mengingat dalam beberapa kali keterangan TGB tak merestui langkah kakak nya tersebut bersama Firin. Ia lebih memilih untuk melanjutkan periode kedua pengabdian Zul-Rohmi.
Tim Zul: Bang Zul-Abah Uhel 99,99 Persen
Sementara itu di lain pihak, Tim Dr Zulkieflimansyah menyebut langkah Dr Zul pascapisah dengan Rohmi. Salah satunya menjajaki berpasangan dengan mantan Bupati Loteng HM. Suhaili.
"Kita sudah move on dari paket Zul-Rohmi, dan mantap untuk menatap ke depan," kata Dedy AZ selaku Ketua tim pemenangan Zulkieflimansyah.
Menurut Dedy pasangan yang telah dipopulerkan di dengan sebutan Bang-Abah ini, tinggal menunggu jadwal deklarasi dari partai pengusung dan partai pendukung. "Duet Bang Zul dan Abah Uhel sudah 99,99 persen," imbuhnya.
Dedy mengatakan, pasangan Zul-Suhaili menghadirkan semangat baru dan suasana baru. Dia bahkan sangat yakin, duet ideal ini lebih menjanjikan harapan dan kemenangan. "Kami yakin pasangan ini akan memenangkan pertarungan di Pilkada NTB tahun 2024," tegasnya.
Saat disinggung munculnya isu Suhaili-Asrul, Dedy tidak mau mengomentari terlalu jauh. Sebab, ini ranah antar kandidat. Pihaknya lebih memilih fokus terwujudnya Zul-Suhaili. "Tidak mau ikut campur, tapi Abah Uhel juga harus realistis dengan situasi saat ini," katanya.
Suhaili dan Asrul Sani memang sudah mendaftar berpasangan menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur di PKB dan PPP.
Sementara itu Asrul ketika dihubungi Lombok Post kemarin mengatakan, dia tetap dengan komitmen bersama, yaitu akan mendampingi Suhaili maju di Pilgub. "Tidak ada opsi kedua, hanya akan maju dan berpasangan dengan Abah Uhel," katanya.
Putra mantan Bupati Lotim Ali BD itu mengatakan, komitmennya untuk menjadi bakal Calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Suhaili sudah dipertimbangkan matang. Jika nanti Suhaili berpasangan dengan tokoh lain, Asrul tidak akan ikut kontestasi Pilgub.
Saat ditanya munculnya duet Zul-Suhaili, pria yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lotim itu mengatakan, dia menyikapi dengan biasa saja. Menurutnya, ini hanya dinamika dalam politik. "Kalau saya tidak maju, tetap konsisten dengan satu pilihan, dan akan mendukung," tutupnya. (bib/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post