LombokPost---Lembaga survei KedaiKOPI menempatkan pasangan Zulkieflimansyah-Suhaili FT (Zul-Uhel) sebagai pemenang dalam debat perdana, beberapa waktu . Duet ini dinilai menguasai materi dan lugas dalam menjawab setiap pertanyaan.
Akan tetapi penilaian dari KedaiKOPI itu dianggap tidak obyektif oleh pihak Rohmi-Firin. Sebab, tidak ada indikator yang dijadikan dasar penilaian itu. "KedaiKOPI itukan konsultannya mereka (Zul-Uhel)," kata tim pemenangan Rohmi-Firin Muhammad Samsul Qomar.
Dia menerangkan, dari keterangan KedaiKOPI di sejumlah media, tampak sekali ada kecenderungan pada calon tertentu. Sehingga tidak bisa dijadikan ukuran dalam menentukan siapa pemenang debat.
"Masyarakat bisa menilai kalau itu," ujarnya.
Menurutnya, jika bicara soal penguasaan materi, Rohmi-Firin malah lebih unggul. Qomar mengatakan, paslon nomor urut 1 ini bahkan menguasai panggung.
"Kita sangat konfiden. Bisa dijawab dengan baik, dengan segala penjelasan yang bis diterima baik oleh publik," jelasnya.
Dia mencontohkan soal penjelasan Rohmi tentang tata kelola birokrasi. Dari bisa dilihat bahwa mantan gubernur NTB periode 2018-2023 ini sangat menguasai persoalan itu.
Demikian juga tentang Zero Waste. Rohmi yang menggawangi program ini ketika menjabat wakil gubernur, juga tahu betul seluk beluk permasalahan tersebut.
"Sangat berhasil dan harus dilanjutkan," jelas Qomar.
Dampak dari Zero Waste sangat dirasakan oleh masyarakat. Misalnya sampah mulai berkurang dan lingkungan kini lebih bersih.
"Kalau Umi Rohmi sudah menjadi gubernur, program Zero Waste akan lebih optimal," imbuhnya.
Sebelumnya, Communication Specialist Lembaga Survei KedaiKOPI Rosnindar Prio Eko Rahardjo mengatakan, Zul-Uhel menguasai alur dan isu tema debat.
“Ini menandakan bahwa Bang Zul dan Abah Uhel sdh sangat memahami permasalahan-permasalahan yang terjadi di NTB dan memiliki solusinya dibanding paslon lain,” ujarnya.
Rossi panggilan akrabnya, menambahkan, penampilan Zul-Uhel di panggung debat mewakili pemilih pemula yang juga memiliki perhatian pada isu-isu seperti lapangan pekerjaan, hingga kesehatan.
“Jadi sangat anak muda banget. Dari hasil survei, sebagian swing voters itu adalah pemilih pemula alias Gen Z. Ceruk ini yang diambil Bang Zul,” jelasnya.
Demikian juga sikap Zul dalam merespon pertanyaan Paslon lain yang dinilai sebagai hal yang efektif.
Kata dia, Paslon lain terkesan menyerang Zul-Uhel untuk mencari titik kelemahan pasangan ini.
"Tapi akhirnya malah menjadi bumerang karena jawaban Bang Zul berbasis data,” terangnya.
Dia mengatakan, performa Zul-Uhel dalam debat perdana sebagai bukti bahwa pasangan ini yang paling siap melanjutkan pembangunan agar tidak dimulai lagi dari awal dengan hadirnya pemimpin baru. Hasil ini dinilai dapat mengerek tingkat keterpilihan Zul-Uhel jelang hari pencoblosan. “Sangat mungkin elektabilitas Zul-Uhel akan naik,” tutup Rossi. (bib/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post