LombokPost - Partai Perubahan yang dibidani oleh ribuan relawan Anies Baswedan resmi dideklarasikan pada 10 November 2024.
Deklarasi dilaksanakan secara serentak di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Riau, Kepri, Bengkulu, Lampung, Kalsel, Kaltim, Sulsel, Sultra, Sulteng, Gorontalo, NTB, Maluku, Papua, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya dan kota lainnya.
"Kami di NTB menjadi salah satu yang membentuk Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Perubahan," jelas Ketua DPW Partai Perubahan H Musa Shofiandy kepada Lombok Post, Minggu (10/11).
Deklarasi juga diwarnai dengan komitmen gerakan perubahan lima pilar. Mulai dari Partai Perubahan, Ormas Gerakan Perubahan, Koperasi Serasi, Yayasan Petranas dan Pusat Kepemimpinan Perubahan Daerah atau PKPD.
Deklarasi yang sengaja dipilih bertepatan dengan Hari Pahlawan tersebut dilakukan tidak hanya untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur.
Namun juga untuk mengenang para pahlawan yang masih hidup dan akan lahir dalam mewujudkan perubahan lebih baik di Indonesia.
Pada Deklarasi ini, Partai Perubahan menyampaikan Tritura Perubahan, atau tiga tuntutan rakyat saat ini.
"Kami menuntut turunkan harga sembako dan kebutuhan dasar rakyat, berantas KKN, dan tegakkan empat pilar kebangsaan dengan sungguh-sungguh," jelasnya.
Dr. Robi Nurhadi, Presiden Partai Perubahan melalui video conference menyampaikan jika rakyat Indonesia sedang merasakan kesulitan, kesusahan dan ketidakadilan sejak lima tahun terakhir ini.
"Panitia Pendirian Partai Perubahan telah menyerap aspirasi rakyat sejak 27 April 2024, maka lahirlah Tritura Perubahan sebagai agenda perjuangan partai ini," ujarnya.
Dalam deklarasi ini juga disampaikan hasil pleno V Panitia Persiapan Pendirian Partai Perubahan seluruh Indonesia dan wakil-wakilnya di luar negeri yang menetapkan Anies Rasyid Baswedan sebagai Calon Presiden Republik Indonesia dari Partai Perubahan untuk Pilpres yang akan datang.
"Pak Anies telah menginspirasi lahirnya gerakan perubahan atau Partai Perubahan ini. Sejak awal diinisiasi oleh para relawan pada 27 April lalu memang diperuntukan untuk Pak Anies," jelas H Musa, sapaannya.
Dari awal, para relawan telah berharap Anies Baswedan menjadi Presiden Partai Perubahan. Namun Anies berpandangan lain.
Ia tidak ingin hanya mewakili satu kelompok Partai politik tetapi mewakili masyarakat Indonesia yang menginginkan perubahan.
"Kami menghormatinya. Karena itu, semua panitia persiapan seluruh Indonesia bersepakat mengusungnya sebagai Calon Presiden Indonesia dari Partai Perubahan!" tegas H Musa Shofiandy. (ton)
Editor : Kimda Farida