LombokPost - Calon Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri akan dilantik pada 7 Februari 2025 mendatang.
Pelantikan akan dilaksanakan di Istana Merdeka, Jakarta.
Usai pelantikan akan dilakukan syukuran sederhana untuk merayakan kemenangan Iqbal-Dinda.
“Beliau pesan betul kepada saya untuk saya sampaikan syukuran dilakukan secara sederhana. Beliau tidak mau menimbulkan kesan yang berlebihan,” kata Juru Bicara Iqbal-Dinda, Adhar Hakim beberapa waktu lalu.
Tasyakuran usai pelantikan akan digelar di Taman Mini Indonesia Indah bersama pejabat pemerintah di NTB.
Adhar memastikan untuk undangan pelantikan Iqbal-Dinda di Jakarta nantinya tidak membawa para pendukung dalam jumlah besar.
Pasangan Iqbal-Dinda juga akan menyapa warga NTB di sana.
Baca Juga: Musim Hujan Tiba, Sejumlah Dusun di Lombok Utara Masih Kekurangan Air Bersih
"Pelantikan cukup (dihadiri) kepala biro pemerintahan terkait dan sekda, tidak perlu banyak-banyak orang. Hemat anggaran, hemat tenaga karena tugas berat. Kita akan menyapa masyarakat NTB yang ada disana,” sebutnya.
Tidak hanya di Jakarta, syukuran juga direncanakan Iqbal akan dilakukan di Teras Udayana, Mataram.
Yang akan dilakukan setelah serah terima jabatan dengan Pj Gubernur NTB Hassanudin pada 10 Februari 2024.
Iqbal berencana untuk melibatkan ratusan UMKM saat syukuran di Mataram. Dengan tujuan dapat memberikan ruang masyarakat ikut dalam acara itu.
Menurutnya, hal tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan pasangan Iqbal-Dinda pada Pilgub 2024.
“Biar sama-sama lah merasakan proses serah terima dan pelantikan ini. Toh tasyakuran juga sudah ada di Lombok Timur, Praya, KLU, bagi beliau sudah cukup itu,” terangnya.
Baca Juga: Unram Gandeng Pelaku Usaha Pertanian dan Peternakan
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan dirinya sudah sedari awal dipesan oleh Cagub Iqbal untuk melakukan syukuran yang sederhana saja.
“Judulnya tasyakuran dan silaturrahmi. Tidak ada suatu kemewahan untuk kita hura-hura dan lain sebagainya,” kata Lalu Gita.
Tasyakuran sederhana di Anjungan NTB TMII disebutnya lebih representatif dibandingkan dengan wisma NTB yang ada di Jalan Garut.
Karena disana lokasinya tidak untuk keramaian, dikhawatirkan mengganggu warga lain. Untuk di Mataram juga tasaykuran akan dirangkai dengan doa di Islamic Center.
“Juga tidak di hotel mewah. Tapi di rumah kita di TMII. Makanan juga yang penting ngopi sama ngeteh,” sebutnya. (chi/r2)
Editor : Kimda Farida