Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jaga Stabilitas Harga Selama Bulan Puasa, Pemerintah Diminta Perbanyak Pasar Murah

nur cahaya • Sabtu, 1 Maret 2025 | 15:33 WIB

 

TURUN KE PASAR: Anggota DPR RI Dapil NTB 2 pulau Lombok Muazzim Akbar sedang memantau kondisi pasar Renteng Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. 
TURUN KE PASAR: Anggota DPR RI Dapil NTB 2 pulau Lombok Muazzim Akbar sedang memantau kondisi pasar Renteng Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. 
 

LombokPost - Wakil Ketua Komisi II DPRD Megawati Lestari meminta Pemprov NTB memperbanyak pasar murah di bulan suci Ramadhan.

Tidak hanya di perkotaan, tapi juga merata hingga ke pelosok desa. 

“Saat ini banyak warga yang mulai meneriakkan harga bahan pokok yang tinggi,” kata Megawati, Jumat (28/2). 

Politisi partai Golkar itu menerangkan, tujuan penting lainnya dari gerakan pasar murah adalah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Terutama fluktuasi harga jelang hari raya. 

Pemerintah mesti memperhatikan kemampuan warga dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci.

Menurutnya gelaran pasar murah mestindapat dipastikan merata. 

“Jadi dari sekarang harus mulai disusun. OPD terkait bisa memperbanyak bazar pasar murah saat Ramadan. Misalnya Dinas Perdagangan dan instansi terkait harus hadir di seluruh wilayah, termasuk pelosok desa, bukan hanya di satu titik perkotaan saja," tegasnya.

Menurutnya,  pasar murah dapat memberikan akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk menikmati harga bahan pokok terjangkau. Terutama di bulan suci Ramadan.

Lebih jauh, Megawati merincikan sejumlah bahan pokok yang mesti dipastikan stabilitas harganya. Hal itu seperti beras, gula, minyak goreng, ayam, daging dan, telur. 

Ia mengingatkan agar jangan sampai masyarakat diresahkan dengan lonjakan harga bahan pokok.

Karena distribusi logistik mesti diperhatikan. Terutama OPD terkait seperti Dinas Perdagangan. 

Baca Juga: Kampung Rawan Narkoba di Dompu Obok-obok, Tujuh Orang Ditangkap

Potensi lonjakan harga kemungkinan terjadi, terutama pada komoditi yang pasokannya masih bergantung dari luar daerah. 

“Seperti minyak goreng, gula, dan susu. Untuk itu kami mendesak Pemprov NTB untuk terus melakukan mengawasi pendistribusian semua komiditi ini. Jangan sampai terjadi lonjakan harga,” terangnya.  

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti menerangkan sejauh ini harga bahan pokok  relatif normal. 

Untuk harga beras medium berada di kisaran Rp13.000-Rp14.000 per kg, sementara beras premium berkisar Rp14.000-Rp16.250 per kg. 

Sedangkan harga gula pasir curah mencapai Rp 15.900 per kg, sedangkan gula pasir kemasan premium dijual seharga Rp 18.800 per kg. 

"Minyak goreng curah berada di angka Rp 17.200 per kg, minyak goreng premium Rp 21.000 per liter, dan Minyak Kita Rp 17.500 per liter," kata Nelly. 

Begitu juga harga cabai merah keriting tercatat Rp 66.000 per kg, cabai merah besar Rp 67.500 per kg, dan cabai rawit merah mengalami kenaikan menjadi Rp 90.000 per kg.

Untuk daging ayam ras Rp 40.000 per kg, sementara daging sapi dijual dengan harga Rp 115.000 hingga Rp120.000 per kg.

Adapun harga telur ayam ras mencapai Rp 30.800 per kg, bawang Putih Rp 35.000 per kg, bawang merah Rp 34.000 per kg.

 Baca Juga: Ini Link Buat Yang Ingin Bergabung Di Zendo Mataram

Presiden Turun Tangan

Di tempat berbeda Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, terkait agar memantau dan memastikan tidak terjadinya lonjakan harga pangan di awal bulan Ramadan 1446 Hijriah.

Hal itu disampaikan Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (28/2).

“Saya dalam beberapa pekan terakhir terus memantau perkembangan situasi produksi dan harga-harga pangan, dan saya juga sudah menyampaikan instruksi kepada Menko Pangan, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, semua menteri terkait untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan mencegah adanya kenaikan dan lonjakan harga yang spekulatif,” kata Prabowo.

Prabowo mengimbau, agar tidak terjadi kelonjakan harga bahan pangan agar tidak memberatkan masyarakat dan pemerintah akan terus berupaya dalam hal itu.

“Ini kita harus bekerja keras supaya seluruh rakyat terutama rakyat paling memerlukan harus dapat menjangkau harga bahan-bahan tersebut dan saya yakin dan percaya kita akan lakukan itu dan sudah kita lakukan itu,” ucap Prabowo.

Prabowo menegaskan, agar para menteri terkait tidak hanya memantau akan tetapi juga mempersiapkan langkah preventif agar tidak terjadi lonjakan harga dan akhirnya dimanfaatkan oleh spekulan. 

“Tidak hanya pemantauan tapi mengambil langkah-langkah eksekutif, langkah-langkah efektif untuk menjamin tidak ada spekulan-spekulan yang memanfaatkan kesempatan Ramadan ini untuk menaikkan harga yang tidak masuk akal,” ucap Prabowo.

Prabowo pun mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Islam dan memohon maaf lahir dan batin.

“Tentunya saya ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan bagi semua umat Islam, juga mohon maaf lahir dan batin. Semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” pungkas Prabowo.

Awasi Harga dan Kualitas Bapok

Masih terkait harga bahan pangan, anggota DPR RI Dapil NTB 2 pulau Lombok Muazzim Akbar mengingatkan pemerintah agar memastikan kualitas bahan pokok di pasar.

Tidak hanya harga, tetapi juga keamanan dan kelayakan makanan yang beredar. 

“Jadi saya sudah turun ke pasar-pasar melihat langsung kondisi bahan pokok dan berbagai jenis bahan pokok makanan yang dijual. Kita ingin memastikan makanan yang beredar sehat dan layak konsumsi. Terbebas dari bahan-bahan berbahaya,” kata Muazzim, kemarin (28/2).

Makanan yang sehat, bersih, dan halal harus menjadi konsumsi masyarakat. Terutama umat muslim yang akan melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. 

“Penting bagi masyarakat mengkonsumsi makanan yang sehat, bersih, dan halal di saat berbuka dan sahur,” terangnya. 

Baca Juga: DPRD Lombok Tengah Dukung Penyegelan TPS Limbah B3 Milik RSCM: Silahkan Tutup Jika Tak Memenuhi Standar

Politisi PAN itu juga turun untuk memastikan tidak ada lonjakan harga bahan pokok jelang bulan suci. 

“Ini akan terus kami awasi. Jangan sampai ada lonjakan harga yang menyulitkan warga. Di sisi lain, kami juga ingatkan dan tegaskan, agar pemerintah di OPD terkait memastikan kualitas bahan pokok,” tegasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya turun bersama Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI Yudhi Pramono, dan Kepala Balai Besar POM Mataram Yosep Dwi Irwan. (tih/r2)

Editor : Kimda Farida
#komisi #lonjakan #bahan pokok #harga #DPRD #stabilitas #pasar #Bazar #pemprov #NTB #perdagangan #murah