Menurutnya, satu-satunya penantang kuat yakni Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri justru tak terlihat menunjukkan tanda-tanda maju dalam penjaringan calon ketua DPD partai Golkar NTB.
Memang patut dimaklumi, pergantian pengurus partai Golkar terjadi tanpa dinamisasi. Mulai dari DPP sampai dengan DPD.
Baca Juga: Bahlil Akan Hadiri Musda Golkar NTB, Mohan Roliskana Berpeluang Jadi Calon Tunggal
Itulah sebabnya, Mohan yang paling memiliki peluang untuk mempertahankan posisi tidak harus bersusah payah.
“Kalau sekarang, saya lihat tidak cukup waktu Ibu Dinda untuk melakukan konsolidasi. Sehingga memang bisa dipastikan Mohan akan menjadi calon tunggal dan terpilih secara aklamasi,” kata Ihsan pada Lombok Post, Minggu (18/6).
Dibubarkannya Partai Golkar, dinamika Musda PAN NTB dinilai lebih menarik dengan kehadiran Lalu Ahmad Zaini (LAZ).
Baca Juga: Bukan Dinda, Ternyata Sosok ini Saingan Mohan di Musda Golkar NTB Besok, Bakal Seru
Sementara Dinda yang dinilai memiliki peluang dengan posisinya sebagai Wakil Gubernur NTB malah tidak melakukan apapun.
Kata Ihsan, hal itu cukup mengkhawatirkan, mengingat Dinda sebagai satu-satunya penantang yang potensial.
“Sayang aja kalau dia mengaku kalah dengan seorang Mohan yang menjadi wali kota,” tuturnya.
Dalam skema pemilihan ketua DPD Golkar, Ihsan menilai peluang untuk melawan Mohan sebenarnya cukup terbuka.
Mana mekanismenya ditentukan oleh suara DPD II. Jika pemilihan dilakukan secara tertutup, maka bisa jadi ada peluang mengalahkan Mohan.
Tentu akan berbeda jika pemilihannya secara terbuka. Namun jika memang sejak awal ada upaya melawan Mohan, maka dalam mekanisme pemilihan, hal itu bisa diupayakan.
Kata Ihsan, jika terbuka, ada kemungkinan kecil Dinda akan bisa melawan.
“Namun kalau tertutup tentu sangat bisa,” paparnya.
Berbicara tentang Mohan, Ihsan menuturkan Golkar di NTB akan tetap memiliki citra dan rasa yang sama.
Tidak ada keuntungan dan kerugian yang signifikan.
"Juga tidak ada cita rasa baru yang membuat kita penasaran. Seperti apa yang terjadi di PAN NTB hari ini," sambungnya.
Menurut Ihsan, isu munculnya kader sepuh Golkar tidak mempengaruhi apapun.
Ia menilai, Golkar memiliki tradisi memilih pemimpin yang memiliki jabatan, terutama di eksekutif.
Sehingga ketokohan senioritas menurutnya tidak terjadi dalam upaya menjegal langkah Mohan untuk kembali memimpin DPD Golkar NTB lima tahun ke depan.
Baca Juga: Musda Golkar NTB Digelar 24 Mei, Panitia Dibentuk dan Penjaringan Calon Ketua Segera Dimulai
Sementara itu Ketua Penyelenggara Musda XI DPD Partai Golkar NTB Firadz Pariska menuturkan jika sampai saat ini gagal membuka penjaringan ketua.
Memang panitia sedang sibuk mempersiapkan banyak hal.
"Belum. Saat ini kita masih membahas persiapan-persiapan lainnya. Di tunggu saja," kata Firadz.
Dalam Musda XI DPD Golkar NTB yang akan dilaksanakan pada 24 Mei 2025 di Hotel Lombok Raya mendatang, Firadz mengatakan akan seribu lebih kader Golkar dari ujung Kota Mataram sampai Sape di Kota Bima.
Selain itu, Musda juga akan menghadirkan Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahaladia. (tih/r2)
Editor : Kimda Farida