Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

AHY Sebut Fitnah Besar, Isu Ijazah Palsu Upaya Adu Domba SBY dan Jokowi

Umar Wirahadi • Selasa, 29 Juli 2025 | 08:22 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat membuka Fornas VIII 2025, Sabtu malam (26/7).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat membuka Fornas VIII 2025, Sabtu malam (26/7).

LombokPost – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan Partai Demokrat tidak terlibat dalam kegaduhan isu dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.

Hal itu ditegaskan AHY menyusul pernyataan seorang pendukung Jokowi yang menuduh ada keterlibatan "partai biru" yang mendalangi kisruh isu ijazah Jokowi. 

Sosok yang menjabat Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu membantah tegas dan menilai pernyataan tersebut sebagai fitnah besar.

"Itu fitnah, fitnah besar," tegas saat ditanya wartawan ketika acara pembagian sertifikat di Desa Golong, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Minggu (27/7 lalu. 

Diketahui, tudingan soal tokoh politik besar di balik laporan dugaan ijazah palsu Jokowi pertama kali disampaikan Sekjen Peradi Bersatu sekaligus pelapor Roy Suryo Cs Ade Darmawan.

Itu disampaikan dalam program dialog Sapa Indonesia Malam di Kompas TV. Dalam dialog itu, Ade Darmawan memberi kode bahwa tokoh politik tersebut berbaju biru. Publik pun langsung mengarah ke sosok SBY yang menjadi pendiri Partai Demokrat. 

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan tudingan yang tertuju kepada partainya merupakan fitnah yang tidak mendasar.

Dia menilai hal tersebut merupakan upaya adu domba yang mengancam keharmonisan politik nasional.

Khususnya hubungan antara keluarga mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan keluarga mantan Presiden Joko Widodo. 

 Baca Juga: BRAINS Demokrat NTB Perkuat Kapasitas Kader

"Kami mencermati adanya pihak-pihak yang mencoba mengail di air keruh. Dengan memanfaatkan isu ini untuk mengadu domba antara Bapak SBY dan Bapak Jokowi," papar Herzaky dalam keterangan pers kepada media. 

Istilah "partai biru" yang diarahkan kepada Partai Demokrat, sambung dia, merupakan upaya insinuatif yang menyesatkan dan mencemarkan nama baik partai.

Apalagi sosok Roy Suryo yang menjadi tokoh utama di balik isu dugaan ijazah palsu Jokowi, bukan lagi bagian dari Partai Demokrat. 

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyampaikan klarifikasi atas isu dugaan ijazah palsu Jokowi.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyampaikan klarifikasi atas isu dugaan ijazah palsu Jokowi.

"Saudara Roy Suryo telah mengundurkan diri sejak tahun 2019. Keputusan tersebut diterima karena adanya perbedaan pandangan yang tidak lagi sejalan dengan arah kebijakan partai," ujarnya.

 Disampaikan, tudingan seperti itu tidak etis dan berpotensi merusak ruang publik. "Dan sama sekali tidak mencerminkan semangat demokrasi yang sehat," paparnya. 

Sejauh ini, sambung Herzaky, hubungan keluarga SBY dan keluarga Jokowi sangat baik.

Putra sulung Jokowi yang juga Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menghadiri Kongres V Partai Demokrat yang dipimpin Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga putra sulung SBY. Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep juga hadir dalam momen itu.

 Adapun AHY tidak bisa hadir ke Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin Kaesang Pangarep.

"Mas AHY saat itu kebetulan sedang merawat ayahnya. Tapi beliau telah mengutus Sekjen Herman Khaeron dan Waketum Teuku Riefky Harsya untuk menghadiri Kongres PSI yang dipimpin Mas Kaesang" tuturnya. 

 Baca Juga: Ketum Partai Demokrat AHY Bawa Gibran Temui SBY

Di Jakarta, Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan juga membantah tudingan Partai Demokrat menjadi dalang di balik polemik isu ijazah palsu Jokowi.

Anggota Komisi III DPR RI itu memastikan tidak ada keterlibatan Partai Demokrat dalam kasus tersebut.

Hinca menambahkan Ketua Umum Partai Demokrat AHY sudah memerintahkan stafnya untuk mengklarifikasi tuduhan itu kepada publik. 

"Jadi liar isunya. Seolah-olah partai biru yang mendalangi ini. Kami tegaskan enggak ada urusan kami dengan kasus ijazah palsu ini. Apalagi dikait-kaitkan agenda politik di balik ini. Ini fitnah besar. Ini kami tolak," tegas Hinca saat dikonfirmasi wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, kemarin.

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Hinca Pandjaitan #Jokowi #SBY #ahy #Herzaky Mahendra Putra #Partai Demokrat #ijazah palsu