LombokPost – Muhammad Risyad Fahlefi dan Patra Dewa resmi terpilih sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal GMNI periode 2025-2028.
Keduanya terpilih secara aklamasi di Kongres XXII yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung, Selasa (20/7). Dari catatan panitia, forum dihadiri 85 DPD dan DPC definitif serta 14 caretaker.
"Kemenangan ini bukan untuk seseorang atau figur, tetapi menunjukkan seluruh kader se-Indonesia siap satu barisan untuk mewujudkan GMNI yang lebih progresif," tegas Risyad Fahlefi dalam pidato perdananya.
Pria asli Surabaya itu mengingatkan pentingnya menghidupi nilai-nilai Trisakti Bung Karno sebagai prinsip dasar perjuangan organisasi. Baginya, Trisakti harus dijalankan, bukan hanya dikutip.
"Kader GMNI harus meneguhkan prinsip Trisakti Bung Karno. Jangan sampai Trisakti hanya berhenti di kerongkongan," paparnya.
Sebagai langkah awal mempersatukan organisasi, Risyad berkomitmen merangkul semua elemen yang belum sempat hadir dalam kongres.
Hal ini, ungkap dia, menjadi bagian dari visi besar untuk membentuk GMNI yang utuh dan baru.
"Kami berkomitmen untuk merangkul DPC dan DPD yang belum bisa menghadiri kongres ini. Hal ini sebagai wujud satu langkah menuju GMNI Satu, GMNI Baru," tegas mantan Presiden BEM Universitas Airlangga Surabaya itu.
Sekretaris Jenderal terpilih Patra Dewa menegaskan pentingnya rekonsiliasi dan kebersamaan untuk membawa GMNI kembali ke khitah perjuangannya.
Oleh karena itu, dia mengajak seluruh kader untuk menyudahi konflik dan kembali dalam satu gerakan kolektif.
"Ini bukan kemenangan satu pihak, ini adalah awal dari rekonsiliasi nasional GMNI. Mari kita rajut kembali merahnya perjuangan," ucap Patra Dewa.
Menurutnya, GMNI saat ini berada di persimpangan penting yang membutuhkan konsolidasi, bukan lagi perpecahan.
Dia berharap hasil Kongres XXII menjadi momentum kebangkitan organisasi yang berbasis pada semangat gotong royong.
"Kita tidak butuh kemenangan ego, kita butuh kemenangan ide. GMNI harus kembali jadi rumah bersama seluruh anak bangsa yang cinta Pancasila," tandas Patra Dewa yang sebelumnya menjabat Ketua DPP GMNI Bidang Kaderisasi.
Jalannya Kongres XXII
Sidang kongres yang dimulai sejak 15 Juli itu mengalami beberapa kali penundaan. Pada 24 Juli, sidang sempat dihentikan karena situasi kurang kondusif.
Panitia bencana untuk melanjutkan kembali pada 27 Juli tapi batal karena adanya ancaman pembunuhan terhadap panitia di grup internal.
Setelah situasi kembali kondusif, forum kongres melanjutkan agenda dengan pemilihan pimpinan sidang untuk komisi organisasi, politik, dan kaderisasi.
Setelahnya, forum berlanjut dengan pembahasan arah gerak organisasi yang berlangsung dinamis.
Puncaknya, Selasa lalu (29/7) forum kongres secara bulat memilih Risyad Fahlefi dan Patra Dewa sebagai Ketua Umum dan Sekjen.
Tak ada perdebatan dalam proses pemilihan ini, yang ditutup dengan ketukan palu aklamasi disambut sorak kader di Gedung Merdeka Bandung.
"Merdeka, Risyad–Patra!" teriak kader di dalam gedung bersejarah tersebut.
Editor : Jelo Sangaji