Ketua DPD I Golkar NTB Mohan Roliskana langsung mengumpulkan seluruh pengurus baru di kantor DPD Partai Golkar NTB, Rabu lalu (17/9). Dia memberikan arahan terkait penguatan dan konsolidasi partai ke depan.
"Setelah ini akan dilanjutnya dengan pelaksanaan Musda (Musyawarah Daerah) kabupaten/kota," kata Mohan.
Disampaikan, pelaksanaan Musda II Golkar tidak menunggu pelantikan pengurus DPD I Golkar NTB. Hal itu sesuai dengan arahan DPP Golkar.
"Kami diperintahkan agar menggelar Musda II lebih dulu. Mungkin nanti bisa saja pelantikan dari DPP digelar secara kolektif dengan DPD II," jelas Mohan.
Salah satu agenda penting Musda adalah pemilihan ketua DPD Golkar kabupaten/kota. Mohan berpesan agar siap pun calon yang maju harus bersaing secara demokratis dan sehat.
Pihaknya membuka ruang selebar-lebarnya kepada para kader yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai ketua DPD Golkar kabupaten/kota.
"Bersaing lah secara demokratis. Sesuai dengan harapan DPP agar Musda kabupaten/kota bisa kondusif," ujar Mohan.
Semua calon yang muncul diberikan ruang yang sama untuk berkompetisi. Mohan mengaku tidak akan mencegah kandidat untuk maju memperebutkan kursi ketua Golkar di kabupaten/kota.
Sepanjang yang bersangkutan memenuhi persyaratan untuk mencalonkan diri seperti yang diatur dalam AD/ART partai.
Apalagi Mohan sebagai Ketua DPD Golkar NTB tidak memiliki hak veto mencegah seorang kader yang ingin maju sebagai ketua.
"Kan tidak mungkin saya membatasi. Sepanjang dia bisa diterima. Bisa mendapatkan dukungan dari pemilik suara. Tentu silakan saja," kata Mohan.
Hanya saja dia menekankan bahwa pelaksanaan Musda II harus berjalan kondusif. Dia juga berharap tidak ada dinamika yang terlalu keras sehingga berujung pada kekecewaan pihak yang kalah.
Namun Mohan optimistis para kader Partai Beringin sangat dewasa dalam berpolitik. Sehingga setelah kompetisi selesai, semua bisa kembali membangun Golkar.
"Tentu dalam kompetisi kan ada yang menang dan ada yang kalah. Di situlah kedewasaan politik diukur," ujarnya.
Siapapun yang terpilih dalam Musda II, harus bisa merangkul calon yang kalah. Bahkan sebelum berujung pada pemilihan, sebaiknya diupayakan bisa melalui proses kompromi. Sehingga pemilihan bisa berjalan secara aklamasi.
"Namanya proses kompetisi bisa saja dilalui melalui proses kompromi. Saya kira ini bisa diupayakan supaya tidak muncul dinamika yang terlalu keras," tegas Mohan.
Sekretaris DPD I Golkar NTB Firadz Pariska mengatakan pelaksanaan Musda tingkat II ditargetkan selesai sampai Oktober nanti.
Pelaksanaan Musda akan diawali dari DPD kabupaten/kota paling timur di Pulau Sumbawa. Yaitu DPD Golkar Kabupaten Bima.
Setelah itu berturut-turut Kota Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Setelah itu berlanjut ke Pulau Lombok. Mulai dari Musda Golkar Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat dan terakhir DPD Golkar Kota Mataram.
"Saat tim DPD sudah bergerak untuk menyiapkan segala sesuatu untuk pelaksanaan Musda. Termasuk kami menunggu surat masuk pelaksanaan Musda dari daerah-daerah," jelas Firadz.
DPD Golkar NTB, sambung dia, membuka ruang kepada seluruh kader yang memiliki potensi untuk bersaing secara sehat. Sepanjang memenuhi sejumlah persyaratan dukungan.
Diketahui, syarat untuk maju menjadi ketua DPD II Golkar kabupaten/kota adalah mendapat dukungan minimal 30 persen suara dari pemilik suara sah di Musda.
Seperti pemilik suara pengurus kecamatan (PK), organisasi sayap, organisasi pendiri, dan DPD I Golkar NTB.
"Sepanjang memenuhi syarat itu silakan ikut kompetisi. Saya yakin Golkar sangat kaya dengan stok pemimpin di kabupaten/kota," ungkap Firadz.
Editor : Siti Aeny Maryam