Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Beda Sikap dengan Muzihir, Akri Harap Pimpinan PPP NTB Saling Rangkul bukan Saling Pukul

Umar Wirahadi • Rabu, 8 Oktober 2025 | 13:35 WIB
Ketua DPW PPP NTB Muzihir (kiri) berbeda sikap dengan Sekretaris DPW Mohammad Akri (kanan) usai Muktamar Ancol.
Ketua DPW PPP NTB Muzihir (kiri) berbeda sikap dengan Sekretaris DPW Mohammad Akri (kanan) usai Muktamar Ancol.

LombokPost – Sekretaris DPW PPP NTB Mohammad Akri berharap dinamika di PPP NTB usai Muktamar Ancol tidak dibesar-besarkan.

Semua pihak harus saling merangkul untuk kebesaran partai. Apalagi DPP PPP kubu Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto sudah melakukan islah.

Rekonsiliasi tersebut menandakan PPP saat ini telah bersatu menyongsong kontestasi politik mendatang.

"Dengan adanya islah ini saya kira tidak ada lagi kubu-kubuan. PPP sekarang bersatu mempersiapkan diri menyambut Pemilu 2029," kata Akri, Selasa (7/10). 

Dengan demikian, sambung dia, semua pihak khususnya pimpinan DPW PPP NTB dalam posisi harus saling merangkul.

Bukan saling memukul. Sebab konflik di internal partai, sambung dia, bisa merusak konsentrasi untuk pemenangan PPP di NTB ke depan.

"Pemimpin itu mustinya saling merangkul. Bukan memukul. Mari sama-sama kita bersatu," ujar Akri. 

Justru, lanjut dia, jika antarpimpinan saling berseteru hal itu bisa berdampak buruk bagi soliditas partai. Khususnya di tingkat bawah seperti DPC dan PAC.

"Bahkan misi besar kita untuk memenangkan pemilu akan terkuras habis lantaran saling singgung satu sama lain," ujar Akri. 

Akri juga ogah menanggapi apa yang pernah disampaikan Muzihir baru-baru ini yang ingin mengevaluasi dirinya sebagai sekretaris DPW PPP NTB. Baginya, itu bagian dari dinamika dalam politik. 

"Saya anggap itu bagian dari dinamika politik. Sah-sah saja pak ketua (Muzihir, Red) berkomentar demikian, mengancam, hendak memecat dan lain lain. Barangkali pak ketua lagi pusing banyak kerjaan. Jadi saya tidak ingin menanggapi beliau," papar Akri.

Disinggung hubungannya secara personal dengan Muzihir pascamuktamar, Akri tidak ingin membesar-besarkan.

Logo PPP
Logo PPP

Katanya, biarkan proses berjalan hingga situasi kondusif. "Dinamika saat ini nggak perlu direspon. Biarkan saja. Nanti mencair dengan sendirinya. Semua akan selesai," pungkas Ketua Komisi I DPRD NTB itu. 

Di pihak lain, Ketua DPW PPP NTB Muzihir justru mempertanyakan sikap Akri.

Ia mengakui tidak ada komunikasi antara dirinya dengan Akri setelah Muktamar. Hal ini dikhawatirkan bisa berdampak terhadap proses pelaksanaan organisasi partai.  

"Sampai detik ini tidak ada WA atau telpon untuk ingin bertemu saya. Belum ada komunikasi sampai sekarang. Kalau dia merasa tidak ada masalah silakan datang. Kita komunikasi," tegas Muzihir. 

Soal Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PPP NTB, Muzihir tetap dengan pendiriannya. Bahwa muswil tetap menunggu arahan dari DPP PPP yang dipimpin Muhamad Mardiono.

Muzihir pun meminta Akri untuk tidak takut menghadapi muswil dalam waktu dekat ini. Karena ia terancam dievaluasi dari posisi sekretaris wilayah. 

"Dan sudah ada arahan dari DPP untuk menyiapkan muswil dalam waktu dekat ini," papar Muzihir.

Editor : Kimda Farida
#Muzihir #DPW PPP NTB #Partai Persatuan Pembangunan (PPP) #Muswil PPP #Muhamad Mardiono PPP #Mohammad Akri