"Saya mendaftar yang pertama karena sudah mempersiapkan lama untuk pencalonan sebagai Ketua Golkar Mataram," ucap Haji Edy, sapaannya
Sekitar pukul 15.00 WIB Rino Rinaldi menjadi pendaftar kedua. Selain membawa berkas dukungan Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Mataram ini didampingi oleh hampir seluruh pemilik suara. Yakni enam Pengurus Kecamatan (PK) yakni lima ketua dan satu sekretaris. Selain itu perwakilan ormas pendiri dan yang didirikan, utusan DPD I Golkar Mataram dan Golkar NTB. Selain itu sejumlah anggota Fraksi Golkar Kota Mataram turut hadir. Seperti Hj Zaitun, Zihani Ilman Fayadi, Haris Maulana dan Afifian Khalid.
“Alhamdulilah kami hadir Full Team, selain membawa seluruh berkas dukungan kami hadir dengan membawa seluruh pemilik suara yakni para PK, ormas, perwakilan DPD 1 dan DPD II,” ujarnya.
Para pendaftar diterima langsung oleh Ketua Pelaksana Musda VI Golkar Mataram Jana Hamdiana, Sekretaris Abdul Hamid dan anggota SC Musda Ali Aswandi.
Total pemilik suara pada Musda Golkar Mataram kali ini sebanyak 11 suara. Yakni 6 suara Pengurus Kecamatan (PK), Satu Suara DPD I, Suara DPD II, satu suara organisasi pendiri, dan satu suara organisasi yang didirikan. Satu suara tidak bisa digunakan yakni dewan penasihat yang diketuai oleh almarhum H Ahyar Abduh.
Baca Juga: Seluruh Pemilik Suara Antar Rino Rinaldi Daftar Calon Ketua DPD Golkar Kota Mataram
Verifikasi Dukungan
Dalam pendaftaran kemarin Edy membawa berkas dukungan yang diklaim berasal dari tujuh pemilik suara. Yakni enam suara pengurus-kecamatan dan satu suara DPD II Golkar Kota Mataram.
Demikian halnya dengan Rino Rinaldi, ia membawa dukungan serupa dalam jumlah lebih banyak, yakni sebanyak 10 dukungan. Selain dukungan enam PK dan DPD II Golkar Mataram, Rino juga membawa berkas dukungan lainnya dari Ormas Pendiri, Ormas yang Didirikan dan DPI 1 Golkar NTB.
Untuk membuktikan keabsahan dokumen dukungan Rino juga menghadirkan seluruh pemilik suara untuk dikonfirmasi oleh panitia pendaftaran. Para pemilik suara yang hadir satu persatu dipanggil untuk mengklarifikasi dukungan. Kemana arah dukungan mereka sebenarnya.
Hanya saja hingga Jumat malam pukul 21.00 WITA panitia belum bisa menyimpulkan hasil akhir proses verifikasi. Ketua Pelaksana Musda VI Golkar Mataram Jana Hamdiana menjelaskan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk merampungkan verifikasi berkas.
“Insya Allah besok (Sabtu 11 Oktober, Red) rampung,” ujarnya kepada Lombok Post tadi malam.
Sementara itu Ketua Dewan Pengarah Panitia Musda Golkar Mataram H Salman mengatakan pihaknya sudah menerima berkas pendaftaran kedua bakal calon. "Hasil verifikasi ini nanti akan diumumkan setelah pembukaan musda. Artinya diumumkan di sidang musda," jelas H Salman.
Dari hasil verifikasi akan disampaikan siapa saja calon yang memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Menurut Salman, bisa saja di antara keduanya ada yang tidak memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. "Entah mungkin karena bukti dukungan yang kurang atau syarat lainnya. Kan dukungan minimal 30 persen pemilik suara," jelasnya.
Disampaikan, pihaknya sudah menyampaikan secara terbuka ke kedua calon. Bahwa panitia Musda sangat berharap musda bisa mengedepankan musyawarah mufakat seperti yang sudah dilakukan di enam kabupaten/kota yang sudah lebih dahulu menggelar Musda.
Ia pun menepis adanya unsur campur tangan pihak lain dalam proses Musda Golkar Mataram. Khususnya dalam penentuan calon ketua DPD II. Baik dari DPP maupun DPD I Golkar NTB.
"Sama sekali tidak ada pihak luar yang ikut campur. Sebagai panitia, kami tidak mau dicampuri pihak lain," tegas Wakil Ketua DPD II Golkar Mataram itu.
Perebutan Suara
Polemik kepemilikan suara ini sendiri sudah berlangsung jauh sebelum Musda dimulai. Seperti diberitakan sebelumnya, awalnya H Edy Sofian mengkalim telah mengantongi 7 dukungan dari total 11 pemilik suara. Termasuk dukungan dari Ketua DPD Golkar Mataram TGH Mujiburrahman.
Namun dukungan ini mulai bergeser setelah DPP Golkar, DPD I Golkar NTB dan DPD II Golkar Mataram mengarahkan dukungan kepada Rino Rinaldi. Hal ini membuat migrasi suara dari Pengurus Kecamatan terjadi dari H Edy ke Rino Rinaldi. Termasuk suara ormas.
Terkait hal ini Edy berharap elite DPP dan DPD I Golkar NTB tidak mengintervensi Musda Golkar Mataram. "Saya berterima kasih kepada panitia dan semua pihak yang mendukung Musda berjalan demokratis," ucapnya.
Sebelumnya Sekretaris Partai Golkar NTB H Firadz Pariska menjelaskan pihaknya telahengeluarkan jadwal pelaksanaan Musda Golkar Mataram yang akan digelar di Mataram pada hari Minggu (19/10). Dimana pelaksanaan ini berurutan dengan pelaksanaan Musda Golkar Lombok Tengah yang akan digelar pada Sabtu (18/10).
"Dengan dikeluarkannya jadwal pelaksanaan Musda, kami dari DPD I berharap Musda Golkar Kota Mataram berjalan dengan aman dan lancar dalam semangat kekeluargaan Partai Golkar," ujarnya.
Karena itulah pihaknya telah meminta DPDII Golkar Mataram selalu pelaksana untuk mempersiapkan seluruh rangkaian Musda dengan baik. Terkait polemik dan pergeseran dukungan Firadz menyebut hal ini merupakan bagian dari dinamika internal partai.
"Siapapun yang terpilih nanti kami ingin Musda ini menjadi ajang silaturrahmi dan konsolidasi internal yang akan memperkuat soliditas partai di masa depan," tambahnya.(mar/ton/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post