Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan NTB Minta GNE Fokus Bisnis Beton agar Tidak Tambah Boncos

Umar Wirahadi • Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:41 WIB

PT GNE menampilkan gambar produk usaha beton depan kantornya di Jalan Selaparang Nomor 60 Mayura, Cakranegara, Kota Mataram.
PT GNE menampilkan gambar produk usaha beton depan kantornya di Jalan Selaparang Nomor 60 Mayura, Cakranegara, Kota Mataram.
 

LombokPost – Manajemen PT Gerbang NTB Emas (GNE) berjanji akan lebih serius mengelola bisnisnya.

Mereka akan fokus pada usaha utama bidang beton. Seperti pembuatan paving blok, buis beton, kanstin beton, dan u-ditch.

"Kami akan fokus dengan core bisnis beton ini," kata Plt Direktur Operasional PT GNE Ahmad Jaelani AP, Rabu (22/10).

Berdasarkan hasil analisis, usaha produksi beton oleh PT GNE masih sangat menjanjikan.

Selama setahun terakhir ini, ujar Jaelani, PT GNE hidup dari bisnis beton.

Mulai dari biaya operasional sehari-hari maupun urusan menggaji karyawan.

Memang dilakukan langkah penghematan di sana sini untuk menekan biaya.

"Di saat kami tidak ada dana dari pemerintah, semua dibiayai dari usaha beton ini," ujar Jaelani.

Bahkan, perusahaan mampu untuk membayar setoran utang ke perbankan.

Nominalnya sekitar Rp 350 juta per bulan.

Lambat laun, jumlah utang mulai sedikit berkurang.

Dari awalnya mencapai Rp 25 miliar kini sedikit menyusut jadi Rp 23 miliar.

"Kami cukup optimsitis ke depan perusahaan ini akan makin baik. Bisnis ini tinggal dimaksimalkan," imbuhnya.

Direksi pun menyambut positif adanya suntikan modal dari Pemprov NTB. Yaitu berupa dana penyertaan modal daerah (PMD) senilai Rp 8 miliar yang dialokasikan dalam Perubahan APBD (P-APBD) NTB 2025.

Selain dipakai buat bayar utang pajak Rp 5,9 miliar, sisa uang akan difokuskan untuk mengembangkan lini usaha PT GNE.

Suntikan modal akan dipakai untuk menggenjot operasional perusahaan. 

"Tentu kami akan menjalankan bisnis dengan prinsip kehati-hatian, taat aturan dan prosedur. Apalagi ini pakai suntikan modal APBD lagi," pungkasnya.

Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi meminta PT GNE fokus dengan usaha bisnis beton agar perusahaan tidak tambah boncos.
Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi meminta PT GNE fokus dengan usaha bisnis beton agar perusahaan tidak tambah boncos.

Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi mengapresiasi iktikad baik dari direksi BUMD itu. PT GNE diminta untuk tidak asal melakukan ekspansi bisnis.

Termasuk dengan melakukan diversifikasi usaha di luar beton yang terbukti membuat perusahaan boncos alias merugi.

"Stop lakukan diversifikasi. Usaha yang tidak dikalkulasi dengan cermat hanya akan membuat rugi perusahaan," tegas Sambirang.

Buktinya, jelas dia, semua usaha yang dilakukan PT GNE di luar beton menimbulkan kerugian besar.

Mulai dari bisnis perumahan, agro jagung, baru split, usaha kayu serta Mahadesa.

Semuanya merugi dan meninggalkan utang besar hingga Rp 25 miliar.

"Makanya kami tekankan jangan bikin usaha yang macam-macam. Fokus saja di beton sebagai core bisnis," papar Sambirang.

Anggota Komisi III DPRD NTB Muhammad Aminurlah mengatakan dewan akan mengawasi dengan ketat penggunaan dana Rp 8 miliar yang disuntik dari APBD itu.

Wakil rakyat memberi peringatan keras agar manajemen PT GNE menggunakan suntikan modal dengan cermat.

"Agar penyertaan modal ini tidak sia-sia, kami minta GNE tetapkan skala prioritas. Kalau memang ini dipakai untuk bayar utang pajak, maka segara dilakukan secara transparan," papar Maman, politisi PAN itu. 

Editor : Kimda Farida
#boncos #sambirang ahmadi #DPRD NTB #PT GNE #Penyertaan modal BUMD