Saat ini proyek infrastruktur itu sedang dalam tahap perencanaan di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Perencanaan pembangunan berupa detail engineering design (DED) akan tuntas 15 Desember nanti.
"Setelah DED tuntas dilanjutkan dengan dokumen lingkungan dan amdal tahun depan," kata Mori Hanafi usai menggelar diskusi publik di sebuah coffee shop di Mataram, Rabu malam (22/10).
Diperkirakan pembangunan fisik baru akan mulai sekitar Agustus atau September 2026 mendatang.
Karena volume pekerjaannya besar, proyek mercusuar itu akan dikerjakan secara multi years.
"Kalau kita lihat kemampuan anggaran, saya perkirakan akan memakan waktu empat tahun," jelas Mori.
Disampaikan, jembatan sepanjang 2,7 kilometer itu merupakan akses strategis dan akan menghubungkan dari Sila ke Palibolo di Kabupaten Bima.
Lebih lanjut Mori menjelaskan pembangunan jembatan Lewamori ini diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 1,2 triliun dengan durasi pengerjaan selama empat tahun.
Adapun anggaran pembangunan jembatan semuanya berasal dari APBN.
Jika tuntas, pembangunan jembatan itu akan memangkas jarak sekitar 17 kilometer.
Dengan demikian sangat menunjang aktivitas warga karena bisa mempersingkat waktu tempuh perjalan warga sekitar.
"Tentu ini sangat bermanfaat bagi warga. Sehingga sedang kita perjuangkan untuk segera terealisasi pengerjaannya," pungkas Ketua DPW NasDem NTB itu.
Editor : Siti Aeny Maryam