
LombokPost-Persiapan pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Bima, terus dimatangkan oleh pemerintah daerah (Pemda).
DPRD Kabupaten Bima melakukan kunjungan kerja ke kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, pada akhir Juni lalu.
Kunjungan ini berfokus pada konsultasi dan koordinasi terpadu terkait implementasi, dari Program Strategis Nasional tersebut.
Baca Juga: DKP Lotim Usulkan 4 KNMP Baru
Program diharapkan mampu mendorong transformasi pola penangkapan ikan yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir setempat.
“Proses pengembangan KNMP di Kabupaten Bima saat ini masih berada pada tahap finalisasi Detail Engineering Design (DED),” terang Kepala Dislutkan NTB Muslim menjelaskan.
Namun, penetapan lokasi pembangunan KNMP masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI, mengingat proses penunjukan titik lokasi hingga saat ini masih dalam tahapan pembahasan dan persetujuan pemerintah pusat.
Kendati masih berproses di pusat, pihak Pemprov NTB memastikan tidak akan tinggal diam. “Kami terus melakukan koordinasi intensif dan pengawalan ketat agar proses penetapan lokasi dari kementerian dapat segera terealisasi dalam waktu dekat,” tegasnya.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bima Ramdin mengingatkan agar program ini dirancang secara inklusif. Pihaknya menegaskan bahwa KNMP harus menyasar akar rumput yang paling membutuhkan, bukan sekadar kelompok elite nelayan tertentu.
“Kami berharap agar Program KNMP benar-benar mampu menjawab kebutuhan nelayan secara menyeluruh dan tidak hanya berorientasi pada kelompok tertentu,” terangnya.
Ramdin memaparkan, Kabupaten Bima memiliki potensi sektor perikanan yang sangat besar dengan populasi nelayan yang cukup padat. Salah satu penopang utama aktivitas ekonomi pesisir di daerah tersebut adalah nelayan bagan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




