Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kader Gerindra Ramai-Ramai Tolak Budi Arie, Begini Pernyataan Petinggi Gerindra NTB

Umar Wirahadi • Selasa, 11 November 2025 | 20:02 WIB

Ketua Bidang OKK DPD Gerindra NTB Sudirsah Sujanto mengatakan bisa memahami penolakan kader Gerindra terhadap Budi Arie demi menjaga marwah dan kebesaran partai.
Ketua Bidang OKK DPD Gerindra NTB Sudirsah Sujanto mengatakan bisa memahami penolakan kader Gerindra terhadap Budi Arie demi menjaga marwah dan kebesaran partai.
LombokPost – Rencana masuknya Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mendapat penolakan luas dari kader Partai Gerindra.

Para kader di daerah ramai-ramai menolak bergabungnya mantan Menteri Koperasi itu.  

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Muhammad Rohid lewat keterangan tertulis secara tegas menolak bergabungnya Budi Arie.

Menurutnya, Partai Gerindra bukan tempat bagi siapa pun yang sekadar ingin mencari suaka politik.

"Partai Gerindra bukan tempat pelarian. Gerindra adalah rumah perjuangan. Kami menolak bergabungnya Budi Arie karena langkah tersebut tidak mencerminkan komitmen dan rekam jejak yang sejalan dengan nilai perjuangan partai," kata Rohid. 

Ia menjelaskan, keputusan tersebut merupakan sikap tegas kader di daerah yang selama ini setia membesarkan partai sejak awal berdiri.

Pihaknya ingin menjaga marwah serta integritas di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. 

Ia menegaskan bahwa Gerindra selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin berjuang bersama rakyat, asalkan memiliki rekam jejak, integritas, dan semangat pengabdian yang jelas.

"Gerindra terbuka bagi siapa pun yang ingin berjuang bersama rakyat. Tapi bukan bagi mereka yang sekadar mencari perlindungan politik. Kami menolak langkah yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap komitmen perjuangan partai," tegas anggota DPR RI itu. 

Sejumlah DPC Gerindra di Provinsi Jawa Timur (Jatim) juga ramai-ramai menolak Budi Arie.

Ketua DPC Gerindra Gresik dr Asluchul Alif menolak rencana Budi Arie gabung partai. Sebab, Gerindra tempatnya kader yang berjuang untuk rakyat bukan demi jabatan. Ia juga mempertanyakan soal loyalitas Budi Arie.

"Saya tidak setuju Budi Arie bergabung ke Gerindra. Sebab Gerindra tempat kader pejuang rakyat bukan tempat pencari jabatan," kata Alif.

Logo Partai Gerindra
Logo Partai Gerindra

Sosok Wakil Bupati Gresik itu menganggap Budi Arie hanya ingin pindah ke Gerindra untuk mencari jabatan setelah dicopot dari kursi Menteri Koperasi. "Jadi kami tolak," ujarnya.

Ketua DPC Gerindra Kota Batu Heli Suyanto menduga jika Gerindra hanya menjadi suaka politik bagi Budi Arie. 

"Kalau cuma buat suaka kami menolak. Masih banyak kader Gerindra yang sangat loyal kepada Pak Prabowo. Di sini tempat loyalitas, bukan pencari suaka," kata Heli yang juga Wali Kota Batu ini.

Sementara itu, Gerindra NTB belum secara gamblang menyatakan penolakan terhadap Budi Arie.

Ketua Bidang OKK DPD Gerindra NTB Sudirsah Sujanto mengatakan bisa memahami maraknya penolakan dari kader Gerindra di daerah.

Sebab partai pimpinan Prabowo Subianto itu dibangun atas dasar perjuangan, loyalitas, dan keberpihakan kepada rakyat.

"Saya kira ini bentuk kesadaran kolektif kader yang ingin menjaga marwah dan ideologi Gerindra," ujar Sudirsah. 

Dikatakan, seluruh kader tetap percaya kepada kebijaksanaan Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum dalam mengambil keputusan strategis partai.

Ia yakin setiap langkah DPP selalu didasari oleh kepentingan bangsa dan menjaga keutuhan partai.

"Pak Prabowo selalu mengajarkan kami berpikir jernih, berani berkata benar, dan tidak lupa pada akar perjuangan. Kami yakin beliau arif dan tahu siapa yang datang dengan niat tulus, dan siapa yang datang dengan niat mengambil kesempatan," pungkas anggota DPRD NTB itu. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Budi Arie #projo #DPD Gerindra NTB #Gerindra