LombokPost – Sekretaris Komisi V DPRD NTB Sitti Ari meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga bahan pangan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ia menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi komoditas pangan agar masyarakat NTB tidak terbebani lonjakan harga.
Apalagi saat musim hujan dan kondisi rawan bencana alam seperti saat ini.
"Menjelang Nataru, kami meminta pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pangan. Ini penting untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok," kata Sitti Ari, Kamis (11/12).
Menurutnya, sejauh ini sudah ada kecenderungan beberapa harga pangan mengalami kenaikan.
Dari data BPS tercatat sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan. Di antaranya cabai rawit merah, bawang merah, cabai merah keriting, dan minyak goreng.
Cabai rawit merah pada pekan kedua tercatat naik menjadi Rp 68.700 per kilogram. Bawang merah berada di angka sekitar Rp 68.700 per kilogram.
Cabai merah keriting mencapai Rp 63.000 per kilogram atau naik 14,55 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).
Minyak gorek merk Minyakita juga masih tinggi dengan rata-rata nasional Rp 18.100 per liter, jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.
"Dengan ini kami meminta pemerintah tidak hanya melakukan stabilisasi harga, tetapi juga memperkuat mitigasi agar lonjakan harga tidak semakin menekan masyarakat," paparnya.
Ia menambahkan, kondisi musim hujan sering menyebabkan gangguan produksi pangan.
Pemprov juga diminta melakukan antisipasi jika terjadi kelangkaan komoditas, sehingga harga kebutuhan pokok berpotensi naik.
"Tugas pemerintah adalah memastikan pasokan pangan tetap aman. Dinas Perdagangan NTB dan OPD terkait harus bekerja keras untuk memastikan pasokan aman dengan harga stabil," tegas legislator fraksi PPP itu.
Editor : Siti Aeny Maryam