Yaitu DPD II Golkar Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kabupaten Dompu.
"Kami upayakan sekuat tenaga agar bisa selesai tahun ini," kata Sekretaris DPD I Golkar NTB Firadz Pariska, Kamis (11/12).
Ia memastikan musda akan digelar di KLU terlebih dahulu. Rencananya akan digelar 15 Desember atau Senin depan.
Panitia di daerah sudah menyerahkan surat penjadwalan musda. Sehingga DPD I Golkar NTB sudah melakukan konfirmasi pelaknaaan musda di Kabupaten Dayan Gunung itu.
"Musda nanti akan dirangkai dengan kegiatan lainnya. Seperti pembagian sembako ke warga. Karena ini masih dalam rangka HUT ke-61 Partai Golkar," ujar Firadz.
Terkait siapa figur yang akan menakhodai DPD II Golkar KLU sejauh ini masih menjadi teka-teki. Firadz mengaku belum mendapatkan laporan siapa sosok yang berpotensi memimpin Golkar KLU lima tahun mendatang.
Sebab sejauh ini tahapan pendaftaran belum dibuka sehingga pihaknya tidak bisa berspekulasi siapa yang akan menjadi calon ketua.
"Panitia mulai membuka tahapan pendaftaran calon tanggal 13 Desember. Jadi kita tunggu saja," jelasnya.
Prinsipnya, DPD I Golkar NTB akan membuka ruang selebar-lebarnya kepada kader yang sudah memiliki persyaratan untuk maju menjadi calon ketua.
Semangat utamanya untuk memperkokoh semangat juang kader. Sehingga Partai Beringin di KLU bisa kembali meraih kemenangan di Pemilu 2029.
"Yang pasti semua kader berpeluang. Kami punya anggota fraksi (Fraksi Golkar DPRD KLU, Red) atau tokoh senior juga bisa maju. Banyak pilihan. Tapi nanti kita tunggu bagimana hasil verifikasi oleh panitia musda," ujar Firadz yang juga menjabat Ketua Kosgoro NTB itu.
Adapun Musda Golkar Dompu sejauh ini belum bisa dipasti kapan akan berlangsung. Firadz menampik rencana Musda Golkar Dompu menjadi alot karena terkendala calon ketua DPD II.
Anggota DPRD NTB Efan Limantika yang digadang-gadang memimpin Golkar Dompu periode 2025-2030 kini tersandung dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan yang ditangani oleh Satreskrim Polres Dompu.
"Saya kira bukan karena itu. Apalagi karena kita menunggu seseorang dan lain sebagainya, jauh sekali. Sekali lagi ini hanya soal adminstrasi saja," kata Firadz.
Terpisah, Ketua DPD II Golkar KLU Mariadi memastikan diri siap melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) setelah turun instruksi resmi dari DPD I Partai Golkar NTB.
Ini untuk memperkuat konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan di daerah.
"Prinsipnya seluruh perangkat organisasi sudah siap. Kami hanya menunggu waktu yang ditetapkan oleh DPD I. Begitu ada perintah, kami langsung laksanakan," kata Mariadi.
Disampaikan, Musda ini menjadi momentum penting bagi Partai Golkar di Lombok Utara untuk memperkuat konsolidasi menjelang tahun politik.
Menurutnya, struktur kepengurusan hasil Musda nanti akan berperan besar dalam menggerakkan mesin partai menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada mendatang.
"Bagi kami, Musda bukan sekadar agenda rutin. Ini bagian dari penugasan partai dan bentuk kesiapan kader dalam menghadapi dinamika politik ke depan," paparnya.
Editor : Siti Aeny Maryam