Program dengan tagline "akurat datanya, hebat partisipasinya" itu bertujuan sebagai media dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) dan edukasi pemilih berkelanjutan.
"Go Vote ini merupakan program inovatif KPU NTB bersama KPU kabupaten/kota se-NTB," kata Ketua KPU NTB Muhammad Khuwailid saat peluncuran Go Vote, Minggu malam (14/12).
Disampaikan, melalui program Go Vote, kerja teknis seperti pencocokan dan penelitian terbatas (Coktas) dikemas menjadi gerakan sosialisasi partisipatif.
"Kami ingin masyarakat aktif memastikan data pemilihnya benar, akurat, dan mutakhir," jelasnya.
Program Go Vote, papar dia, adalah program kolaborasi antar sektor yang memungkinkan memberikan kemudahan dalam validasi data.
Ini memberikan keuntungan dengan kecepatan akses data, sehingga cepat mengetahui apakah orang yang bersangkutan sudah masuk dalam daftar pemilih atau tidak.
"Kami ingin berkolaborasikan dalam kerja pemutakhiran data pemilih. Di sini ada juga peran serta dari Bakesbangpol dan Bawaslu," ujar Khuwailid.
Ia menambahkan dengan program Go Vote bisa mengedukasi dan mampu menarik minat para pemilih dengan adanya sistem administrasi yang akurat dan valid.
"Kami yakin ketika penyelenggara pemilu seperti KPU mampu mengedukasi pemilih, tentu akan meningkatkan partisipasi pemilih," terangnya.
Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU NTB Agus Hilman menambahkan aplikasi Go Vote secara khusus ditujukan untuk masyarakat NTB yang memiliki hak pilih.
Yaitu warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas. Ayarat lainnya sudah menikah, atau purna tugas dari TNI/Polri dan bisa diakses oleh semua orang.
"Manfaat ketika menggunakan Go Vote adalah setiap pemilih mudah memastikan data diri tercatat benar tanpa menunggu tahapan Pemilu/Pilkada," jelas Agua Hilman.
Editor : Siti Aeny Maryam