LombokPost – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB pesimistis bisa menuntaskan proyek jalan provinsi Lunyuk-Lenangguar di Kabupaten Sumbawa.
Kondisi cuaca serta beratnya medan menjadi kendala dalam mengerjakan proyek infrastruktur itu.
"Medannya sulit. Apalagi hampir setiap hari hujan. Sehingga kontraktor hanya bisa kerja paling 1-2 jam per hari," kata Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin, Rabu (17/12).
Disampaikan, sejauh ini progres pekerjaan baru mencapai 60-70 persen.
Padahal sisa tahun anggaran 2025 tinggal menghitung hari lagi. Sehingga bisa dipastikan kontraktor tidak bisa menuntaskan pekerjaannya.
"Opsinya kontraktor bisa didenda dan kita putus kontraknya. Tergantung nanti kita lihat urgensinya," ujarnya.
Disampaikan, awalnya Dinas PUPR menyiapkan anggaran Rp 30 miliar untuk tiga titik pekerjaan di ruas long segment Lunyuk-Lenangguar.
Tapi karena waktu yang mepet pihaknya memangkas menjadi dua titik dengan anggaran Rp 20 miliar. Tapi itu pun tidak bisa dikerjakan maksimal.
"Saya nggak yakin dari awal bisa selesai. Cuma karena jalan itu sangat penting sehingga harus ditangani tahun ini," ucap Sadimin.
Pihaknya menangani dua titik perbaikan jalan Lunyuk-Lenangguar. Selain rekontruksi aspal jalan juga berupa penanganan bekas longsoran.
Agar area itu tidak longsor, pihaknya membuat konstruksi penahan longsor tebing berupa bore pile. "Ini lebih ke konstruksi berat," jelas Sadimin.
Anggota DPRD NTB asal Sumbawa Abdul Rahim mengatakan sejak awal pihaknya tidak yakin proyek jalan provinsi itu bisa tuntas.
Pihaknya sudah mengingatkan bahwa pekerjaan fisik ini berpotensi tidak maksimal karena kondisi cuaca.
Apalagi proyek ini baru mulai dikebut akhir pada November-Desember. "Akhir tahun kan sudah masuk musim hujan," papar Bram, sapaan karibnya.
Padahal, sambung dia, proyek itu merupakan poros vital yang menjadi urat nadi perekonomian wilayah Selatan Kabupaten Sumbawa.
Ruas jalan Lenangguar-Lunyuk membentang sepanjang 60 kilometer.
Ruas jalan ini menjadi akses utama penghubung Sumbawa Besar dengan kecamatan-kecamatan meliputi Kecamatan Lunyuk, Lenangguar dan Kecamatan Moyohulu.
Ruas jalan ini bahkan tembus hingga perbatasan Kabupaten Sumbawa Barat.
"Sebetulnya kami sangat ingin agar jalan Lenangguar-Lunyuk bisa tuntas tepat waktu. Karena ini sangat dinanti masyarakat," tegas anggota Komisi IV DPRD NTB itu.
Sekretaris Komisi IV DPRD NTB Hasbullah Muis Konco mengingatkan Dinas PUPR untuk memperbaiki tata kelola anggaran.
Pekerjaan fisik sebaiknya bisa dikerjakan di awal atau pertengahan tahun anggaran.
"Ini pelajaran soal tata kelola pelaksanaan proyek. Karena pekerjaan selalu dikerjakan akhir tahun anggaran. Padahal ini sudah masuk musim hujan," cetus politisi PAN itu.
Editor : Kimda Farida