LombokPost – Tingkat pertumbuhan ekonomi NTB 2025 menunjukkan tren pemulihan di akhir 2025 ini. Kondisi membaik setelah NTB sempat terkontraksi di triwulan pertama.
Saat ini terjadi pertumbuhan ekonomi 2,82 % di triwulan III 2025 yang didorong oleh industri pengolahan (smelter) dan konsumsi.
"Tentu kami apresiasi kinerja pemprov dalam pemulihan ekonomi ini. Kita optimsitis tahun depan makin membaik lagi," kata Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Wirajaya, Senin (22/12).
Baca Juga: NTB Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Ditopang Sektor Kelautan
Disampaikan pertumbuhan ekonomi NTB menunjukkan tren yang bagus.
Yaitu bisa tumbuh 6,9 persen tahun depan. Dengan tren pertumbuhan ekonomi ini berdampak pada daya beli masyarakat akan meningkat. Hal ini bisa berdampak pada pengurangan tingkat kemiskinan di masyarakat.
"Kalau melihat tren ini berarti ada potensi buat kita ke depan. Bahwa target pertumbuhan ekonomi sangat positif," ujar Wirajaya.
Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Pemprov NTB. Apalagi di tengah pemberlakuan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru.
"Tinggal bagaimana SOTK baru nanti bekerja kompak di bawah arahan Pak Gubernur," imbuhnya.
Dikatakan, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi NTB tanpa tambang bisa mencapai 6,1-6,9 % yang didukung investasi dan konsumsi rumah tangga.
Sementara fokus jangka panjang adalah pengembangan pariwisata dan industri untuk mengurangi ketergantungan pada tambang.
Dari data tersebut diharapkan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat bisa lebih aktif mengadakan event-event nasional dan internasional secara berkesinambungan.
Sehingga ke depannya pertumbuhan ekonomi bisa terus meningkat dan akan berpengaruh terhadap penurunan angka kemiskinan di NTB.
"Sehingga dapat menekan kemiskinan ekstrem yang menjadi salah satu fokus Pak Gubernur (Lalu Muhamad Iqbal, Red)," sambung Wirajaya.
Anggota Komisi III DPRD NTB Raihan Anwar mengatakan pertumbuhan ekonomi NTB berjalan beriringan dengan penurunan angka kemiskinan.
Data terbaru per Maret 2025, menunjukkan jumlah penduduk miskin di NTB turun menjadi 654.570 jiwa atau 11,78%.
Terjadi penurunan dari tahun sebelumnya. Dengan penurunan signifikan terjadi di perdesaan, meskipun kemiskinan perkotaan meningkat.
Garis kemiskinan NTB pada Maret 2025 adalah sekitar Rp 609.160 per kapita.
Upaya ini difokuskan untuk menghapus kemiskinan ekstrem di 106 desa sesuai dengan visi dan misi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Pemprov NTB menargetkan angka kemiskinan di bawah 10 % pada tahun 2029.
"DPRD NTB mendukung penuh kebijakan Gubernur dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Provinsi NTB," jelas Raihan.
Editor : Kimda Farida