Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Lobar Raih Penghargaan Tertinggi Creative Financing

H
Penulis: Hamdani Wathoni❯
PRESTASI NASIONAL: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini didampingi Wakil Bupati Nurul Adha saat menunjukkan trofi penghargaan Creative Financing dan simbolis insentif fiskal Rp 3 miliar dari pemerintah pusat, Selasa (19/5).(Dok Diskominfo Lobar)
PRESTASI NASIONAL: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini didampingi Wakil Bupati Nurul Adha saat menunjukkan trofi penghargaan Creative Financing dan simbolis insentif fiskal Rp 3 miliar dari pemerintah pusat, Selasa (19/5). (Dok Diskominfo Lobar)

Advertisement

LombokPost — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, Lobar berhasil menyabet penghargaan peringkat pertama dalam kategori Creative Financing (Kreativitas Pembiayaan Daerah) untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Maluku Utara.

​Penghargaan bergengsi dari pemerintah pusat ini menjadi bukti nyata atas kemampuan Pemkab Lobar dalam menembus keterbatasan fiskal melalui inovasi pembiayaan yang kreatif, demi menggenjot pembangunan daerah dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 Tidak tanggung-tanggung, selain trofi penghargaan, Lobar juga diganjar insentif fiskal berupa uang tunai senilai Rp 3 miliar.

Advertisement

​"Alhamdulillah, kita dinilai mampu memiliki kreativitas dalam mencari alternatif pembiayaan untuk membangun daerah," jelas Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

Dia mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang didapat dari pemerintah pusat. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil penilaian ketat dari total 46 kabupaten yang ada di wilayah empat provinsi tersebut.

Advertisement

​Kriterianya jelas, mulai dari pemanfaatan sumber-sumber PAD baru hingga optimalisasi potensi yang sudah ada. "Kita menjadi yang terbaik di antara 46 kabupaten," ujar Bupati LAZ, sapaannya.

​Kendati berhasil mengungguli puluhan daerah lain, Bupati menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari pencapaian, melainkan pemacu untuk bekerja lebih keras lagi. Ia menargetkan ke depan Lobar harus mampu merebut penghargaan di kategori-kategori lainnya.

​"Ini adalah bentuk apresiasi, tetapi bagi kami, ini sinyal bahwa kita harus kerja lebih giat lagi. Kita tidak boleh berpuas diri dengan satu kategori saja. Ke depan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus semakin kompak, berkolaborasi, dan bahu-membahu mengoptimalkan seluruh potensi daerah," tambahnya.

​Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian ini. Ia menilai, penghargaan Creative Financing ini sangat lekat dengan potret kepemimpinan Bupati yang dikenal tegas dan visioner dalam mengelola keuangan daerah.

​"Saya sangat bangga dan bahagia. Ini adalah buah dari kerja keras bersama. Kepemimpinan Pak Bupati yang tegas, yang selalu mengajak kita semua untuk 'berlari' dan melompat, hasilnya bisa kita lihat sekarang," kata perempuan yang karib disapa Ummi Nurul ini.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

5 Alasan Mobil Listrik Gagasan Dahlan Iskan Gagal, Terhambat Regulasi hingga Tersandung Produksi

5 Alasan Mobil Listrik Gagasan Dahlan Iskan Gagal, Terhambat Regulasi hingga Tersandung Produksi

Mimpi Indonesia memiliki mobil listrik buatan sendiri pernah digagas oleh mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan di kisaran tahun 2011-2012 silam.

Desa Mambalan Sabet Juara Nasional Program Ayah Teladan 

Desa Mambalan Sabet Juara Nasional Program Ayah Teladan 

Pemerintah Desa Mambalan berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Nasional dalam ajang Apresiasi Program Pusat.

BNPB dan GIZ Rintis Skema Pembiayaan Risiko Bencana Terukur dari NTB untuk Nasional

BNPB dan GIZ Rintis Skema Pembiayaan Risiko Bencana Terukur dari NTB untuk Nasional

Rancangan instrumen keuangan yang berhasil diterapkan di NTB akan menjadi model acuan (benchmark) nasional bagi daerah lain di Indonesia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer