Penetapan Sari dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1).
Ia menggantikan Adies Kadir, yang telah disahkan sebagai calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) usulan DPR RI.
Dengan pengangkatan ini, Sari Yuliati resmi masuk jajaran pimpinan tertinggi lembaga legislatif nasional—sekaligus menambah representasi NTB di level strategis nasional.
Jejak Politik dan Pendidikan
Sari Yuliati merupakan anggota DPR RI sejak periode 2019-2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024-2029. Ia mewakili Daerah Pemilihan NTB II, yang mencakup Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, serta Kota Mataram.
Latar belakang pendidikannya terbilang kuat dan lintas disiplin. Sari menyelesaikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Trisakti, lalu meraih Magister Teknik Sipil dari Universitas Indonesia pada 2001.
Tak berhenti di bidang teknik, ia kemudian menempuh Sarjana Ilmu Hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada 2020. Saat ini, Sari juga telah menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Posisi Strategis
Sebelum dipercaya sebagai Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI, komisi yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan—salah satu alat kelengkapan dewan paling strategis.
Di internal Partai Golkar, Sari juga memegang peran penting sebagai Bendahara Umum, menegaskan posisinya sebagai salah satu figur sentral partai berlambang beringin tersebut.
Pengangkatan Sari Yuliati menandai babak baru dalam kepemimpinan DPR RI, sekaligus memperkuat peran wakil rakyat asal NTB di panggung politik nasional.
Editor : Marthadi