LombokPost – Rapat paripurna DPR RI secara resmi menetapkan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk sisa masa jabatan 2024-2029.
Keputusan tersebut disetujui dalam rapat paripurna ke-12 masa persidangan III tahun sidang 2025-2026 yang digelar di Gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1).
Sari yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Adies Kadir yang mengundurkan diri dari jabatan wakil ketua DPR setelah diusulkan dan disetujui sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Pengumuman pergantian pimpinan DPR itu dibacakan oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa di hadapan seluruh anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna.
Saan menjelaskan bahwa perubahan pimpinan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sebelumnya, pimpinan DPR telah menerima surat dari DPP Partai Golkar terkait pergantian antarwaktu (PAW) pimpinan DPR RI dari partai Golkar sisa masa jabatan 2024-2029. DPR lalu menggelar penetapan untuk Sari Yulianti sebagai pimpinan DPR RI.
"Kami menanyakan kepada sidang dewan terhormat apakah dapat disetujui?" tanya Saan kepada peserta rapat.
"Setuju," sahut anggota DPR secara serentak.
Tanggapan Ketua Golkar NTB
Ketua DPD I Golkar NTB H Mohan Roliskana mengaku sangat bersyukur dan bangga dengan penetapan Sari Yulianti sebagai pimpinan parlemen di Senayan.
Disampaikan, pimpinan Partai Golkar NTB, dan seluruh kader serta konstituen merasa bangga dan bahagia atas capaian karir politik itu.
"Kami menyampaikan ucapan selamat kepada Ibu Hj. Sari Yuliati. Selain keluarga besar Golkar NTB, rasa bangga dan bahagia tentunya disambut hangat oleh konstituen, simpatisan dan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh budaya yang selama ini menjadi bagian dari ikhtiar politik beliau," kata Mohan, Senin (27/1).
Disampaikan, dengan menjabat pimpinan DPR RI, peran itu semakin memiliki dampak positif ke masyarakat NTB.
Salah satunya membuka jalan bagi Provinsi NTB untuk akselerasi program-program pembangunan ke daerah bagi kesejahteraan masyarakat.
"Dengan kapasitas beliau (Sari Yuliati, Red) saat ini, kami percaya akan semakin membuka jalan untuk akselerasi program-program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat NTB," jelas Mohan yang juga Wali Kota Mataram dua periode.
Rekam Jejak Sari Yuliati
Penetapan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI menjadi catatan sejarah baru bagi NTB.
Perempuan kelahiran Jakarta 2 Juni 1976 itu tercatat sebagai pimpinan DPR RI perempuan pertama dari daerah pemilihan (Dapil) NTB.
Diketahui, Sari terpilih melalui Dapil NTB II (Pulau Lombok) dengan perolehan sebanyak 119.444 suara.
Suaranya tersebar di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Karir politik Sari Yulianti di Partai Beringin pun terbilang cukup panjang. Dia pernah menjabat sebagai Bendahara Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) tahun 2004–2009.
Pernah juga menjadi bendahara LPK Partai Golkar (2009–2014). Pada 2017-2019 dia menjadi Koorwil Provinsi NTB DPP Golkar.
Hingga saat ini dipercaya menjadi Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode 2024-2029.
Editor : Kimda Farida