LombokPost – Kelayakan moda transportasi menjelang arus mudik Lebaran menjadi sorotan wakil rakyat.
Khususnya di penyebrangan Kayangan, Lombok Timur, menuju Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang ditengarai ada sejumlah armada tua yang masih beroperasi.
Berbagai insiden seperti kapal mati mesin di tengah laut menjadi ancaman keselamatan para pemudik. "Karena ini masalah keselamatan. Jangan dianggap main-main," kata Anggota DPR RI Abdul Hadi, Senin (2/3).
Disampaikan, kondisi transportasi yang aman dan nyaman sangat dibutuhkan untuk keselamatan pemudik. Abdul Hadi pun menyoroti masih ditemukannya kendaraan yang tidak layak namun tetap beroperasi. Ini berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
"Termasuk di Pelabuhan Kayangan menuju Poto Tano kan masih ditemukan ada masalah kapal di tengah lain. Ini membuat penumpang panik," ujarnya.
Berbagai insiden seperti kapal mati mesin di tengah laut harus menjadi pelajaran. Kasus itu dipicu karena kondisi armada yang sudah tua.
"Oleh karena itu untuk memastikan armada aman dan nyaman bagi para pemudik, jangan dipaksakan untuk beroperasi kalau sudah uzur," tegas Abdul Hadi.
Ia mengungkapkan, berdasarkan pengalaman mudik Lebaran 2025, sekitar 140 juta orang melakukan perjalanan mudik menggunakan berbagai moda transportasi. Oleh karena itu, pemerintah diminta memastikan seluruh armada transportasi, baik darat, laut, maupun udara, dalam kondisi layak operasi.
"Kami meminta pemerintah memastikan alat transportasi kita tidak bermasalah, baik udara, darat, maupun laut. Karena sebelumnya masih ditemukan bus dan kapal laut yang tidak layak jalan," paparnya.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebagai mitra kerja Komisi V DPR RI, Kemenhub diminta untuk aktif melakukan koordinasi sampai ke daerah.
Memastikan kondisi kelaikan moda transportasi menjelang arus mudik Lebaran 2026. Mulai transportasi darat, laut, dan udara.
Anggota DPRD NTB Abdul Rahim mendesak pemprov melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB untuk mengambil sikap tegas. Yaitu menghentikan izin operasional kapal-kapal bermasalah. Khususnya kapal uzur yang sudah berusia tua saat arus mudi Lebaran.
"Saya kira harus diambil sikap tegas oleh pemerintah daerah. Saya minta hentikan operasional kapal-kapal tua yang sering mati mesin di tengah laut," tegas Bram, sapaan karibnya.
Jangan sampai pemerintah menunggu ada kapal tenggelam baru dilakukan penanganan. Kalau itu yang dilakukan, upaya pencegahan terhadap keselamatan penumpang akan terlambat.
"Apalagi mudik kali ini masih dalam kondisi musim hujan. Sehingga cuaca ekstrem diprediksi masih menyelimuti penyebarangan Kayangan-Poto Tano," papar legislator asal Sumbawa itu.
Seperti diketahui, keselamatan penumpang di jalur penyeberangan Kayangan-Poto Tano pernah mengalami insiden di tengah laut pada November dan Desember 2025.
Dua kapal yang mengalami kejadian horor itu adalah Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Surya Kayangan dan KMP Liberty.
Dua kapal itu mengalami mati mesin di tengah laut saat berlayar dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano. Video amatir saat insiden kapal mati mesin itu viral di media sosial dan membuat panik seluruh penumpang.
Editor : Akbar Sirinawa