Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemilu 2029 Dominasi Pemilih Muda, KPU Gencarkan Pendidikan Politik Berkelanjutan

Umar Wirahadi • Jumat, 6 Maret 2026 | 23:12 WIB

KPU NTB mencatat dominasi pemilih muda di Pemilu 2029. KPU pun menggencarkan pendidikan politik berkelanjutan kepada pemilih muda.
KPU NTB mencatat dominasi pemilih muda di Pemilu 2029. KPU pun menggencarkan pendidikan politik berkelanjutan kepada pemilih muda.

LombokPost – Pemilih kalangan muda dari kelompok Gen Z dan milenial benar-benar mendominasi jumlah pemilih Pemilu 2029. 

Populasi secara nasional mencapai 60 sampai 70 persen dari total daftar pemilih. Itu menjadi atensi serius bagi penyelenggara pemilu.

"Fenomena ini menjadi sinyal penting bagi kami di KPU untuk mengalihkan pendekatan pendidikan pemilih dari yang bersifat insidental menjadi pendidikan pemilih berkelanjutan," kata Anggota KPU RI August Mellaz dalam paparan di Jakarta, Kamis (5/3). 

Disampaikan, ledakan demografi ini menempatkan Gen Z yang tumbuh di era digital sebagai penentu arah kebijakan bangsa ke depan.

Tapi ia memperingatkan bahwa tanpa kualitas literasi politik yang memadai, mereka rentan menjadi objek mobilisasi suara, bukan subjek demokrasi yang kritis.

"Khususnya Gen Z. Pendidikan pemilih harus bertransformasi dari sekadar sosialisasi teknis menjadi upaya membangun kesadaran politik yang substansial jauh sebelum pemilu dimulai," tegas Mellaz.

Nah, salah satu tantangan terbesar dalam menjangkau pemilih muda adalah relevansi metode komunikasi. Mellaz menyatakan bahwa pola sosialisasi konvensional yang satu arah tidak efektif untuk Gen Z.

Karena mereka terbiasa dengan dialog terbuka dan kecepatan informasi. Oleh karena itu, penyelenggara pemilu perlu menciptakan ruang partisipasi yang interaktif. 

Pendidikan pemilih berkelanjutan harus diterjemahkan ke dalam format yang berbasis teknologi. Seperti kanal konsultasi digital dan forum diskusi daring. "Ini akan memotivasi generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi, tidak hanya di bilik suara, tetapi juga sebagai agen perubahan," paparnya. 

KPU NTB telah memetakan kondisi pemilih berdasarkan secara demografis. Dari total pemilih sebanyak 4.137.734 orang, 60,47 persen di antaranya adalah pemilih dari kalangan muda.

Mereka berasal dari kalangan milenial sebanyak 1.418.259 orang atau 34,27 persen. Serta Gen Z yang lahir antara 1997 sampai 2008 mencapai 1.084.089 pemilih atau 26,20 persen. 

"Kita akan menghadapi kelompok usia mayoritas pemilih dari kalangan anak muda di Pemilu 2029," kata Ketua KPU NTB Muhammad Khuwailid, kemarin. 

KPU NTB melakukan pendidikan pemilih pemula di MAN 2 Mataram beberapa waktu lalu. Ini bentuk pendidikan politik berkelanjutan menghadapi Pemilu 2029.
KPU NTB melakukan pendidikan pemilih pemula di MAN 2 Mataram beberapa waktu lalu. Ini bentuk pendidikan politik berkelanjutan menghadapi Pemilu 2029.

Disampaikan, pemilih dari kalangan muda sudah mulai dominan sejak Pemilu 2024 lalu. Tapi jumlah ini terus membengkak pada Pemilu 2029 mendatang. Itu terjadi karena pemilih pemula usia SMA sederajat yang terus bertambah.

"Tentu ini jadi tantangan tersendiri bagi KPU NTB dan jajaran KPU kabupaten/kota untuk melakukan pendidikan pemilih," ujar Khuwailid.

Dikatakan, KPU sebagai penyelenggara punya peran strategis. KPU tidak boleh bertindak sebagai administrator pemilu, tetapi juga sebagai pengelola platform digital yang menjadi rujukan utama informasi yang akurat.

"Kami terus mengembangkan literasi politik di era digital. Sambil juga terus lakukan pendidikan pemilih ke sekolah dan kampus," imbuhnya. 

Khuwailid meminta jajarannya untuk memastikan bahwa teknologi dan media digital tidak hanya menjadi arena kampanye.

Tapi juga sarana edukasi politik yang akurat dan transparan. Inovasi digital harus terus dikembangkan, termasuk portal resmi dan aplikasi pemilu yang ramah pengguna.

"Dan kami di KPU NTB sudah melakukan itu. Memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat pelayanan ke pemilih. Termasuk menjadi sarana pendidikan pemilih pemula," jelasnya. 

 

 

Editor : Marthadi
#Gen Z dan milenial #kpu ri #KPU NTB #august mellaz #pemilih muda #pemilu 2029