Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengamat : Restu Mohan Menentukan!

Umar Wirahadi • Kamis, 9 April 2026 | 13:18 WIB
Dr Ihsan Hamid (Dok. Lombok Post)
Dr Ihsan Hamid (Dok. Lombok Post)

LombokPost – Sikap politik Partai Golkar terkait Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Mataram dalam pilkada mendatang menarik ditunggu.

Hal ini menyangkut dominasi Partai Beringin di ibu kota Provinsi NTB. Apalagi Mohan Roliskana tidak bisa lagi berkontestasi karena sudah menjabat dua periode menjabat Wali Kota Mataram.

"Siapa suksesor Pak Mohan berikutnya ini jadi pertanyaan besar di masyarakat," kata pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Dr Agus, Rabu (8/4).

Baca Juga: Muzihir-Rachman Berjumpa, Awal Peta Pilkada?

Disampaikan, hingga kini belum ada tanda-tanda siapa yang akan menjadi penerus estafet kepemimpinan Partai Golkar di Mataram. Golkar, tambah dia, memang memiliki kader-kader potensial.

Mulai dari Sekretaris DPD I Golkar NTB Firadz Pariska, Ketua DPD II Golkar Kota Mataram Rino Rinaldi, Ketua DPRD Kota Mataram Abdul Malik, hingga kader senior yang juga anggota DPRD NTB Didi Sumardi. Ada juga pihak yang menyebut Mohan menyiapkan istrinya, Noviani Danar Kinnastri atau akrab disapa Mbak Kikin.

"Di antara nama-nama itu siapa yang didukung oleh Mohan sangat menentukan peta elektoral," ujarnya.

Baca Juga: Gerindra Siapkan Kader di Pilwali Mataram, Golkar Pilih Fokus Sukseskan Kepemimpinan Mohan Roliskana

Menurutnya, siapa pun kader Golkar yang maju, pilkada Kota Mataram akan sangat dinamis. Sebab tidak ada sosok yang dominan seperti pertarungan di 2024. Situasi politik seperti ini memunculkan kepercayaan diri dari penantang-penantang baru seperti Ketua DPW PPP NTB H Muzihir atau calon partai lain seperti Gerindra, PKS, atau PDIP. 

Meski demikian, restu dari Mohan sangat menentukan peta elektoral. Sebab dukungan dari kepala daerah aktif dinilai masih efektif. Karena bagaimana pun kepala daerah menguasai sumber daya politik strategis. Seperti birokrasi pemerintahan dan APBD.

 "Pengalaman di banyak daerah, dukungan kepala daerah aktif ini sangat menentukan pemenang," tuturnya.

Baca Juga: Muzihir Siap Rebut Kursi Wali Kota Mataram, Muscab DPC PPP Kota Mataram Jadi Ajang Deklarasi

Agus mengingatkan, ada tiga sumber pendanaan politisi dalam pilkada langsung di Indonesia. Yaitu biaya oleh negara melalui birokrasi dan APBD, biaya oleh bohir atau pemodal, dan biaya pribadi calon. Dari tiga sumber pembiayaan itu yang paling efektif adalah sumber biaya dari negara.

 "Dalam konteks Pilwali Mataram nanti, siapa yang didukung oleh Mohan, dia lebih berpeluang memenangkan pertarungan. Sehingga kita tunggu saja siapa yang dapat restu Mohan," pungkas Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram itu.

Pengajar ilmu politik UIN Mataram Dr Ihsan Hamid menggambarkan Pilwali Kota Mataram di pilkada mendatang seperti pasar bebas. Karena tidak ada incumbent, siapa pun figur muncul sebagai kandidat potensial.

"Tapi yang pasti karena Golkar adalah partai penguasa di Mataram, partai ini tetap menjadi lokomotif koalisi," kata Ihsan Hamid.

Masalahnya, sambung dia, Golkar Mataram hari ini belum memiliki kader sekaliber Mohan. Sehingga Ihsan menilai agak sulit menentukan calon suksesor Mohan. Situasinya berbeda ketika dulu selepas kepemimpinan  Wali Kota Mataram TGH Ahyar Abduh periode kedua, Golkar dengan mudah menunjuk Mohan Roliskana maju wali kota yang saat itu menjadi Wakil Wali Kota Mataram.

Dan terbukti Mohan sudah berhasil menjabat selama dua periode hingga sekarang. "Tadinya kita menyangka yang maju berikutnya TGH Mujiburrahman (Wakil Wali Kota Mataram, Red). Tapi ini menjadi tidak linier karena beliau tidak lagi menjabat Ketua DPD II Golkar Mataram," ungkap Ihsan.

Dengan situasi ini, ia memprediksi agak berat bagi Partai Beringin untuk mempertahankan dominasi di Kota Seribu Masjid. Menututnya, bisa saja Golkar memilih pilihan rasional dengan menggandengkan kadernya dengan partai lain. "Jika sebelumnya Golkar pede sapu bersih (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram dijabat kader Golkar, Red), nanti harus ada koalisi," ungkapnya.

Menurutnya, hari ini yang paling siap bertarung adalah Ketua DPW PPP NTB H Muzihir. Wakil Ketua DPRD NTB itu dinilai sudah mengantongi modal kuat untuk berkontestasi di pilkada Kota Mataram. "Fakta politik saat ini yang paling siap adalah Muzihir. Dia punya semuanya. Mulai basis massa, partai politik solid hingga bisa jadi dukungan logistik," pungkas Ihsan Hamid. (mar/r2)

Editor : Redaksi
#wali kota #pengamat politik #Pilkada #pilwali #mata