LombokPost – Ketua DPW PPP NTB H Muzihir terus melakukan manuver politik menghadapi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Mataram di pilkada mendatang. Setelah menyatakan kesiapan maju dalam kontestasi, Wakil Ketua DPRD NTB itu kini mulai mengincar kawan koalisi. Termasuk mencari kemungkinan sosok figur yang bakal mendampingi dirinya dalam pilwali.
"Artinya masih sebatas silaturahmi untuk penjajakan lah. Semua masih sangat cair," kata Muzihir.
Diungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan hampir semua partai politik. Khususnya partai-partai besar pemilik kursi di DPRD Kota Mataram. "Dengan Golkar pun sudah. Mungkin bukan pengurus struktur, tapi tokoh Golkar juga," ujar Muzihir tanpa menyebut nama tokoh Partai Beringin itu.
Baca Juga: Muzihir Siap Rebut Kursi Wali Kota Mataram, Muscab DPC PPP Kota Mataram Jadi Ajang Deklarasi
Diakui, sejauh ini ia belum pernah bertemu langsung dengan Wali Kota Mataram yang juga Ketua DPD I Golkar NTB Mohan Roliskana. Khususnya yang berkaitan dengan Pilwali Kota Mataram ke depan. Tapi tidak menutup kemungkinan ruang pertemuan itu bisa saja terjadi. Mengingat Mohan juga tidak bisa maju kembali karena sudah menjabat dua periode.
"Karena pilkada ini kan juga masih jauh. Regulasi tentang pilkada juga masih dibahas DPR RI. Jadi semua masih mungkin," katanya.
Selain Golkar, dirinya juga intens berkomunikasi dengan partai lain. Seperti DPC Gerindra Kota Mataram, NasDem, hingga PKS. Komunikasi itu, ungkap dia, sudah dilakukan sejak sebelum puasa Ramadan Maret lalu.
Baca Juga: Muzihir-Rachman Berjumpa, Awal Peta Pilkada?
"Ya ini tujuannya silaturahmi. Dalam kegiatan itu banyak juga mencocokkan.
Bahwa saya sebaiknya dipasangkan dengan si A atau si B. Tapi ini masih sebatas pembicaraan biasa," ungkapnya.
Dalam setiap pertemuan itu, Muzihir terus menegaskan bahwa dirinya hanya siap jika menjadi calon wali kota. Bukan calon wakil wali kota. Menurutnya pilihan politik itu sudah menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. "Itu harga (menjadi calon Wali Kota Mataram. Kalau ada yang minta saya menjadi wakil wali kota, lebih baik saya tidak maju," cetusnya.
Baca Juga: Muscab DPC PPP NTB Tuntas April, Muzihir Minta Semua Kader Bersatu Besarkan Partai
Di luar partai politik, banyak tokoh masyarakat maupun tokoh pemuda juga merasa penasaran dengan kepastian Muzihir yang ingin bertarung memperebutkan kursi Wali Kota Mataram. "Terus terang saja, saya sampai kewalahan banyak yang minta bertemu. Intinya meminta ketegasan saya untuk maju," papar Muzihir.
Seperti yang sudah ditegaskan dalam acara Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PPP Kota Mataram di Hotel Lombok Garden Mataram, Senin lalu (6/4) Muzihir mengaku siap lahir batin maju di Pilwali Kota Mataram mendatang. Bahkan momem muscab itu disulap menjadi panggung deklarasi pemenangan Muzihir.
"Saya menangkap itu aspirasi kader. Mereka memang sudah tahu (akan maju dalam pemilihan Wali Kota Mataram, Red). Saya kira ini adalah bentuk sosialisasi. Supaya masyarakat juga tahu," pungkasnya.
Sikap Politik PKS
Sementara itu, PKS juga tidak tinggal diam. Ketua DPW PKS NTB Uhibbussa'adi memastikan pihaknya akan mendorong kader-kader potensial untuk maju dalam perhelatan pilkada mendatang. Termasuk Pilwali Kota Mataram. Apalagi PKS juga meraih kursi pimpinan dewan di DPRD Kota Mataram. Sehingga sejumlah kader potensial PKS dinilai akan memiliki peluang untuk ikut dalam kontestasi. "Tentu kami mendorong kader-kader untuk selalu siap jika ditugaskan oleh partai," kata Uhibbussa'adi.
Saat ini, sambung dia, PKS sedang fokus menyiapkan dan menguatkan infrastruktur partai. Mulai dari penguatan struktur partai di semua desa/kelurahan hingga kerja-kerja kaderisasi dan pemenangan partai. "Harapannya tentu nanti saat pilkada
semua kabupaten/kota kader PKS bisa ikut kontestasi," paparnya.
Hal ini juga ditegaskan Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS NTB Patompo Adnan. Disampaikan, PKS sebagai partai politik pasti akan ikut terlibat dalam proses pilkada. Namun demikian semua kalkulasi politik akan ditempuh. "PKS selalu menggunakan perhitungan dan kalkulasi yang matang, sebelum menentukan opsi apa yang akan diambil. Termasuk di pilkada nanti," kata anggota DPRD NTB itu. (mar/r2)
Editor : Redaksi