Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Minta Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah Diusut Tuntas

Lestari Dewi • Senin, 8 Juni 2026 | 10:23 WIB
 
Sari Yuliati
Sari Yuliati

 

LombokPost-Kasus dugaan tindak kekerasan yang menimpa tiga santri di salah satu pondok pesantren di Lombok Tengah menjadi perhatian Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati.

Dari tiga santri yang menjadi korban diduga dibakar, satu orang diantaranya meninggal dunia, sedangkan lainnya mengalami luka bakar yang serius dan mendapat perawatan serius. 

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa tiga santri di Lombok Tengah. Peristiwa tersebut telah menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat.  

Baca Juga: Sikapi Peristiwa Dugaan Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah, Ponpes Tak Pernah Lepas Tangan, Apalagi Melarang Korban untuk Bercerita

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang, terlebih terhadap santri-santru yang sedang menuntut ilmu,” ujar Sari Yuliati dalam keterangannya, Senin (8/6).

Sebagai Wakil Ketua DPR RI sekaligus wakil rakyat dari daerah pemilihan Pulau Lombok, Sari Yuliati meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas dan transparan. 

Seluruh pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku maupun pihak yang terbukti lalai sehingga peristiwa ini dapat terjadi. 

Baca Juga: Dari Peristiwa Dugaan Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah, Korban Berjuang Sembuh dan Berharap Bisa Sekolah Lagi di Tengah Trauma Kobaran

"Keadilan harus ditegakkan dan keluarga korban berhak mendapatkannya," tegasnya.

Menurut Sari Yuliati, kasus tersebut harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak agar tidak terulang kembali. Evaluasi terhadap sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan pesantren perlu dilakukan secara menyeluruh guna memastikan keamanan bagi para santri.

Namun demikian, Sari Yuliati mengingatkan agar masyarakat tidak menggeneralisasi peristiwa tersebut kepada seluruh pondok pesantren.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini masih sangat banyak pesantren yang menjalankan fungsinya dengan baik serta memberikan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para santri.

Baca Juga: LPA Loteng Dampingi Santri, Korban Pembakaran yang Viral di Medsos

“Kita tidak boleh menghakimi seluruh pesantren hanya karena perbuatan segelintir oknum. Saya meyakini masih banyak pesantren di Lombok maupun di seluruh Indonesia yang menjadi tempat menuntut ilmu yang aman, membentuk karakter, akhlak, dan masa depan generasi muda bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sari Yuliati mengajak seluruh elemen masyarakat, pengelola lembaga pesantren, tokoh agama, serta pemerintah daerah untuk memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan segala bentuk kekerasan di lingkungan pesantren.

“Keselamatan dan perlindungan santri harus menjadi prioritas bersama. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan pesantren. Anak-anak harus dapat belajar dan menuntut ilmu dengan rasa aman serta nyaman,” tutupnya.

Baca Juga: Sari Yuliati Salurkan Puluhan Sapi Qurban di Lombok, Satu Ekor Berbobot Lebih dari Satu Ton Diserahkan ke Masjid Agung Praya

Diketahui, dugaan pembakaran terjadi pada tahun 2025 lalu, namun kasus baru muncul ke publik setelah pihak orang tua korban berani melapor, saat ini kasus ini mendapatkan pendamping dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram. 

Editor : Jelo Sangaji
#Lombok Tengah #pembakaran #Sari Yuliati #wakil ketua dpr ri #santri