LombokPost – Pemilih muda dari kalangan milenial dan Generasi Z (Gen Z) menjadi kekuatan dominan dalam peta politik elektoral di Provinsi NTB.
Komposisi pemilih muda ini mencapai lebih dari 61 persen dari total pemilih. Ini berdasarkan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) semester pertama 2026 yang dihimpun KPU NTB.
"Berdasarkan kelompok usia, mayoritas pemilih memang dari kalangan pemilih muda," kata Ketua KPU NTB Muhammad Khuwailid, Selasa (7/7).
Disampaikan, jumlah pemilih berkelanjutan di NTB hingga Juni 2026 mencapai 4.173.790 orang. Jumlah pemilih itu tersebar di 10 kabupaten/kota, 117 kecamatan, dan 1.166 desa/kelurahan.
Baca Juga: Dua Parpol Peserta Pemilu belum Memperbarui Struktur Pengurus, Begini Penjelasan KPU NTB
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.417.707 pemilih merupakan generasi milenial. Persentasenya mencapai 33,97 persen. Milenial adalah generasi kelahiran 1981-1996. Sedangkan Gen Z yang lahir antara 1997 sampai 2008 mencapai 1.135.916 pemilih atau 27,22 persen.
"Jumlah ini kami himpun berdasarkan klasifikasi usia dari seluruh KPU kabupaten/kota se-NTB," ujar Khuwailid.
Kelompok pemilih berikutnya dari kalangan Gen X yang lahir antara tahun 1965 sampai 1980. Juga ada baby bommer dan terakhir adalah generasi tertua, yakni pre bommer yang lahir tahun 1946 ke bawah.
Baca Juga: KPU NTB Rancang Peta Distribusi Logistik Pemilu Berbasis Digital
Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU NTB Bukhari menyampaikan sebetulnya jumlah pemilih dari Generasi Z dan milenial sudah mencapai mayoritas sejak Pemilu 2024. Tapi kini jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu.
"Artinya kalangan pemilih muda ini terus bertambah. Salah satunya dari penambahan pemilih pemula yang sebelumnya tidak masuk database karena belum mencapai batas usia minimal 17 tahun," jelas Bukhari.
Menurutnya, peningkatan partisipasi politik generasi muda ini menjadi salah satu indikator pentingnya penguatan demokrasi. Oleh karena itu, pendidikan politik dan literasi digital akan terus dilakukan KPU agar pemilih muda mampu menggunakan hak pilih secara rasional, sekaligus terhindar dari penyebaran hoaks, politik identitas, maupun praktik politik uang.
Baca Juga: KPU Minta Parpol Perbarui Data Pengurus di Sipol, Jadi Syarat Peserta Pemilu 2029
"Terutama untuk segmen pemilih pemula. Saya kira sangat penting bagi kami untuk menguatkan literasi dan pemahaman politik ke depan," tambahnya.
Sementara itu, dari 10 kabupaten/kota, Kabupaten Lombok Timur menjadi daerah dengan pemilih sebanyak. Mencapai 1.045.187 pemilih. Disusul Kabupaten Lombok Tengah 820.650 orang, dan Lombok Barat 555.084 pemilih. Adapun daerah dengan pemilih terendah adalah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 112.771 orang.
Menariknya, jumlah pemilih itu naik cukup signifikan dibandingkan Pemilu 2024. Saat itu KPU NTB menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 3.918.291 jiwa. Artinya, selama 1,5 tahun terjadi peningkatan pemilih aktif sebanyak 255.499 pemilih.
Baca Juga: Tahapan Pemilu 2029 Dimulai 2027, KPU RI Anggarkan Rp 1,42 Triliun
Dijelaskan, peningkatan pemilih aktif disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya karena bertambahnya pemilih pemula yang baru berusia 17 tahun per 30 Juni 2026, atau batas akhir pemuktahiran data triwulan pertama 2026 dilakukan. "Faktor lain juga karena ada data pindah masuk pemilih ke wilayah NTB," pungkas Bukhari. (mar/r2)
Editor : Kimda Farida